Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Subaru Forester Meluncur, Inden Tiga Bulan. Karena Cip Semikonduktor?

Subaru Forester baru saja diluncurkan. Konsumen harus menunggu hingga Agustus untuk menikmati sensasi SUV anyar tersebut.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  18:47 WIB
Subaru Forester, Increased Cargo Room with Wider Rear Gate Opening.  - Subaru
Subaru Forester, Increased Cargo Room with Wider Rear Gate Opening. - Subaru

Bisnis.com, Tangsel, BANTEN – Subaru akhirnya meluncurkan mobil barunya, yakni Forester generasi kelima. Meski diluncurkan bulan ini, tetapi konsumen baru bisa mengendarainya pada Agustus.

“Jadi memang saat ini rasanya kita tahu bahwa masih ada masalah semikonduktor atau mikro cip yang rasanya hampir seluruh dunia dan hampir seluruh merk merasakan masalah ini,” kata Chief Operating Officer Subaru Indonesia Arie Christopher Setiadharma saat peluncuran di Flagship Dealer Plaza Subaru Alam Sutera, Tangerang Selatan, Rabu (18/5/2022).

Arie menjelaskan bahwa meski ada rentang menunggu tiga bulan, hal tersebut dirasa tidak terlalu lama. PT Plaza Auto Mega sebagai agen pemegang merek (APM) Subaru ingin konsumen bisa langsung segera mengendarai sport utility vehicle/SUV tersebut di aspal.

Berdasarkan prosedur yang ada, tambah Arie, ada tahapan yang harus dilewati untuk mobil baru. Langkah-langkah tersebut ingin diselesaikan terlebih dahulu.

“Jadi saat dikirim pada Agustus, sudah benar-benar siap jual dan konsumen tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan nomor polisi,” jelasnya.

Marketing Communications Manager Subaru Indonesia Ismail Ashlan mengatakan bahwa mobil perlu inden karena Forester yang ada di Indonesia harus ada penyesuaian. Dengan unit yang diimpor langsung dari Jepang dan standar internasional, Forester perlu dicocokkan dengan keadaan Indonesia

“Makanya mungkin ada waktu tunggu sampai Agustus karena produk yang masuk sampai Indonesia betul-betul disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Mulai dari suhu kondisi jalan, pelanggan, dan lain-lain,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top