Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Diskon PPnBM, Begini Kinerja Avanza, Xenia, XL 7, XPander hingga Brio RS

Diskon PPnBM ikut mendongkrak penjualan model mobil yang sejatinya menghuni segmen LMPV pada kuartal pertama tahun ini.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 19 April 2022  |  16:47 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah atau PPnBM mendongkrak kinerja penjualan segmen mobil 1.500cc. Dari beberapa produk yang masuk kategori penerima insentif, mencetak pertumbuhan signifikan.

Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kenaikan penjualan pada kuartal pertama ini memang disokong insentif yang diberikan pemerintah yaitu PPnBM DTP . PPnBM DTP ini dinilai telah berhasil membangun gairah pasar dan mendorong tingginya permintaan.

PPnBM Ditanggung Pemerintah pada tahun ini dibagi menjadi dua segmen yaitu mobil Low Cost Green Car (LCGC) dan mobil di bawah 1.500cc. Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) No. 852/ 2022 tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung Oleh Pemerintah Tahun Anggaran 2022, ada 11 model mobil non LCGC yang masuk dalam daftar penerima diskon PPnBM DTP.

Dari data Gaikindo 11 mobil tersebut dipimpin penjualan oleh Toyota Avanza dengan total penjualan pada kuartal I/2022 sebanyak 8.294 unit. Toyota Avanza 1.3 E M/T  menjadi penopang penjualan terbesar, sebanyak 3.693 unit, Toyota Avanza 1.3 E CVT  sebanyak 273 unit dan 1.5 G M/T sebanyak 4.348 unit.

Posisi kedua ditempati Daihatsu Xenia dengan total penjualan sebanyak 6.503 unit. Rinciannya, yakni Xenia 1.3 M M.T sebanyak 261 unit, varian X M/T sebanyak 2.742 unit, X CVT 133 unit , R MT sebanyak 1.909 unit dan 1.5 R M/T sebanyak 381 unit.

Selanjutnya adalah Daihatsu Terios dengan total penjualan sebanyak 4.957 unit pada kuartal I/2022. Selanjutnya Honda Brio RS mencatatkan penjualan sebanyak 4.222 unit.

Selain Brio RS Honda juga memasukan MPV andalannya yaitu Mobilio. Mobilio terjual 257 unit pada Maret dikarenakan adanya penghentian produksi pada Januari dan Februari akibat kekurangan subkomponen.

Sedangkan produk yang mewakili Suzuki adalah Suzuki XL7 yang berhasil terjual sebanyak 2.796 unit, di mana Suzuki Ertiga menyusul dengan tipis sebnayak 2.559 unit. Adapun Suzuki Ertiga Sport menjual 529 unit selama tiga bulan pertama 2022.

Daihatsu Rocky dan Toyota Raize masing masing mencatatkan penjualan 1.556 unti dan 477 unit. Sedangkan, Mitsubishi Xpander mencatatkan penjualan sebanyak 131 unit dengan rincian penjualan Xpander 1.5 GLX 4X2 MT ini pada Januari sebnayak 46, Februari 20, dan Maret 65 unit.

Di sisilain, penjualan mobil pada kuartal I/2022 menunjukan peningkatan baik wholesales maupun retail. Penjualan wholesale pada kuartal I/2022 naik 41 persen year on year (yoy) menjadi 263,822 unit dan retail naik menjadi 238,377 unit atau 34 persen yoy dari sebelumnya 178,452 unit.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) penjualan wholesales pada Maret ini meningkat jika dibandingkan pada capaian tahun lalu yaitu 98. 536 unit atau naik 16 persen yoy. Penjualan retail juga mengalami peningkatan sama yaitu 16 persen yoy menjadi 89.821 unit dari sebelumnya 77. 514.

Penjualan retail pada Maret juga meningkat 28 persen month to month (mtm) menjadi 89.821, di mana pada penjualan februari berapa pada 69.989 unit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota honda mitsubishi suzuki daihatsu penjualan mobil PPnBM Penjualan Mobil
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top