Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Ban Ganda Anda Awet? Perhatikan Hal Ini

Saat ini banyak kendaraan niaga, seperti bus, truk tronton, truk fuso, dan heavy duty truck yang menggunakan ban ganda atau dual tire pada roda bagian belakang kendaraan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  14:00 WIB
Ilustrasi. - Istiimewa
Ilustrasi. - Istiimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Saat ini banyak kendaraan niaga, seperti bus, truk tronton, truk fuso, dan heavy duty truck yang menggunakan ban ganda atau dual tire pada roda bagian belakang kendaraan.

Penggunaan ban ganda tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kapasitas ban dengan beban kendaraan dan muatan.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pada penggunaan dual tire untuk memaksimalkan pemakaian ban.

National Sales Manager Truck & Bus Radial (TBR) PT Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni menjelaskan bahwa ban ganda harus memiliki ukuran, konstruksi, pola tapak, tekanan angin, dan tinggi kembang, atau overall diameter yang sama.

“Perbedaan tekanan angin pada ban ganda saja dapat menyebabkan pemakaian ban yang tidak maksimal hingga kerusakan ban,” jelas Ahmad, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/10/2021).

Perbedaan tekanan angin pada ban ganda, kata dia, dapat menyebabkan tinggi ban satu dan ban lainnya berbeda. Perbedaan tekanan angin itu kemudian akan menyebabkan pemakaian ban yang tidak optimal hingga menimbulkan kerusakan ban.

Ban dengan tekanan angin yang lebih rendah akan seperti terseret, sehingga menyebabkan lebih cepat aus. Sementara itu, ban dengan tekanan angin lebih tinggi akan menopang beban lebih berat, sehingga dapat menyebabkan ban rusak atau pecah.

Perbedaan tinggi kembang ban juga mempengaruhi tinggi ban satu dan yang lainnya. Hal itu akan mempengaruhi performa ban, seperti halnya dampak dari perbedaan tekanan angin pada ban ganda.

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan pada ban ganda adalah jarak antara ban satu dan yang lainnya. Jika perlu, diperhatikan untuk menggunakan ukuran pelek yang sama dan standar.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya sentuhan antara ban satu dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan ban.

Perlu diperhatikan juga perawatan ban ganda secara umum, seperti tekanan angin harus sesuai dengan beban muatan, tutup pentil harus selalu terpasang, kondisi ban, bersihkan batu-batu yang menempel pada telapak ban atau di antara ban ganda.

Perawatan ban sangat penting, khususnya tekanan angin. Ban dengan tekanan angin yang kurang dari standar dapat menyebabkan defleksi atau perubahan struktur pada dinding samping ban.

Defleksi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ban, dan tekanan angin pada ban ganda, khususnya ban bagian dalam kerap luput saat pengecekan.

Maka dari itu, hal utama yang perlu dipastikan saat merawat ban ganda adalah selalu menyeimbangkan tekanan angin antara ban luar dan dalam.

“Pemilik kendaraan dan pengendara harus selalu menjaga tekanan angin ban sesuai dengan muatan kendaraan untuk memaksimalkan pemakaian ban, dan menghindari risiko kerusakan,” kata Ahmad.

Selain melakukan perawatan ekstra untuk memaksimalkan fungsi dari ban ganda, para pemilik dan pengendara juga perlu menggunakan jenis ban yang berkualitas tinggi untuk melengkapi kendaraan komersialnya.

Dalam hal ini, Hankook telah menyediakan beberapa pilihan jenis ban, seperti AH31K, AH30, AH35, AM81, AM09, DM80D, dan DM04 untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pelanggan.

Dia pun memastikan produk-produk Hankook tersedia di seluruh jaringan distributor yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

“Tim distributor Hankook kamu pun telah melalui prosedur training untuk dapat memberikan konsultasi perawatan ban kepada para pelanggan Hankook di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hankook tips otomotif
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top