Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Carsome Prediksi Pasar Mobil Bekas 2021 Bergairah

Carsome Consumer Survei mengungkapkan animo pasar mobil bekas di Indonesia diprediksi semakin bergairah pada kuartal II/2021.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  14:39 WIB
Mobil bekas.  - Carsome.
Mobil bekas. - Carsome.

Bisnis.com, JAKARTA – Carsome Consumer Survei mengungkapkan animo pasar mobil bekas di Indonesia diprediksi semakin bergairah pada kuartal II/2021.

Survei yang melibatkan 1.005 responden di Indonesia ini menunjukkan bahwa 64 persennya berminat membeli mobil mulai April 2021. Periode ini dipilih karena responden optimistis memiliki pendapatan yang lebih stabil, sehingga daya beli menguat.

Delly Nugraha, General Manager Carsome Indonesia, menuturkan tahun ini akan membawa optimisme bagi pelaku industri mobil bekas, yang sepanjang 2020 terdampak Covid-19.

“Pertimbangan terkait kesehatan dan keamanan mendorong masyarakat mengubah pola perilakunya, yaitu dari menggunakan transportasi umum, beralih ke kendaraan pribadi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, dengan perubahan itu, mobil bekas dapat menjadi solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau. Ini dapat menjadi momentum yang baik bagi industri mobil bekas.

Kembali ke survei yang dilakukan Carsome, keinginan responden untuk menjual mobil juga ikut melonjak hingga 52 persen jika dibandingkan dengan periode sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan pada kuartal II/2020.

Sebanyak 29 persen responden merasa mulai April – September 2021 adalah momentum yang tepat untuk menjual mobil. Dengan demikian, kuartal II/2021 menjadi saat yang paling dinanti masyarakat Indonesia, baik untuk membeli mobil maupun menjual mobil.

Hasil survei juga memperlihatkan jumlah responden yang menyatakan tidak pernah menggunakan transportasi umum dan layanan ride hailing meningkat dari 27 persen menjadi 60 persen selama PSBB berlangsung.

Frekuensi penggunaan transportasi umum yang menurun signifikan ini salah satunya disebabkan karena rasa tidak nyaman dan khawatir tertular virus Covid-19.

Jumlah responden yang mengaku tidak nyaman menggunakan transportasi umum dan layanan ride hailing meningkat dari 33 persen sebelum PSBB menjadi 74 persen selama PSBB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Bekas Carsome
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top