Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Apa Tesla Diminta Menarik 158.000 Kendaraan Listrik Model S & X?

NHTSA telah menyimpulkan sementara kendaraan Model S tahun produksi 2012—2018 dan Model X (2016—2018) “mengandung cacat terkait dengan keselamatan kendaraan bermotor”.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  08:47 WIB
Tesla Model S 2013. - Istimewa/www.caranddriver.com
Tesla Model S 2013. - Istimewa/www.caranddriver.com

Bisnis.com, WASHINGTON — Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS meminta agar Tesla Inc menarik 158.000 kendaraan Model S dan Model X karena kegagalan unit kontrol media (MCU), Rabu, 13 Januari 2021.

Masalah ini dapat menimbulkan risiko keselamatan dengan menyebabkan tampilan layar sentuh tidak berfungsi.

Badan keselamatan tersebut membuat permintaan yang tidak biasa dalam surat resmi kepada Tesla setelah meningkatkan pemeriksaan keamanan pada November 2020.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) telah menyimpulkan sementara kendaraan Model S tahun produksi 2012—2018 dan Model X (2016—2018) “mengandung cacat terkait dengan keselamatan kendaraan bermotor”.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar, tetapi harus menanggapi NHTSA sebelum 27 Januari 2021. Jika tidak setuju, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu harus memberi agensi "penjelasan lengkap tentang keputusannya”.

Agensi tidak biasa meminta penarikan kembali secara resmi. Produsen mobil biasanya secara sukarela menyetujui penarikan kembali dalam diskusi oleh regulator.

Badan tersebut mengatakan meminta penarikan kembali setelah mempertimbangkan "presentasi pengarahan teknis Tesla ... dan mengevaluasi pernyataan Tesla."

NHTSA menambahkan, "Selama peninjauan data kami, Tesla memberi konfirmasi bahwa semua unit pasti akan gagal mengingat kapasitas penyimpanan perangkat memori yang terbatas."

NHTSA mengatakan bahwa produsen mobil lain telah mengeluarkan banyak penarikan kembali untuk masalah keselamatan serupa, agensi mengatakan kepada Tesla, termasuk daftar terperinci panggilan balik sebelumnya.

Badan tersebut mengatakan kegagalan layar sentuh menimbulkan masalah keamanan yang signifikan, termasuk hilangnya gambar kamera spion. Ia mencatat sembilan penarikan sebelumnya oleh produsen mobil lain untuk masalah serupa.

Kendaraan Tesla yang kehilangan penggunaan layar sentuh mungkin akan berpengaruh pada fitur bantuan pengemudi sistem Autopilot dan fungsi sinyal belok karena potensi hilangnya suara peringatan, penginderaan pengemudi, dan peringatan yang terkait dengan fungsi kendaraan ini, kata NHTSA seperti dilaporkan Reuters, 14 Januari 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors elon musk Kendaraan Listrik

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top