Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mobil Listrik Melejit, Volvo Cars Tambah Kapasitas Pabrik Ghent

Volvo Cars akan meningkatkan kapasitas produksi listrik di pabrik Ghent di Swedia tiga kali lipat, setelah menghadapi tahun penjualan mobil listrik yang kuat.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  20:33 WIB
Perakitan baterai kendaraan listrik di pabrik Volvo Cars di Ghent, Belgia.  - Volvo Cars
Perakitan baterai kendaraan listrik di pabrik Volvo Cars di Ghent, Belgia. - Volvo Cars

Bisnis.com, JAKARTA - Volvo Cars akan meningkatkan kapasitas produksi listrik di pabrik Ghent di Swedia tiga kali lipat, setelah menghadapi tahun penjualan mobil listrik yang kuat.

Kapasitas produksi mobil listrik di pabrik Ghent akan terus ditingkatkan hingga tiga kali lipat dari level saat ini pada 2022. Selain itu, produksi mobil listrik akan memanfaatkan 60 persen dari total kapasitas produksi pabrik.

Ghent saat ini sedang mempersiapkan untuk mengambil model Volvo listrik kedua, berdasarkan arsitektur kendaraan modular CMA, ke dalam produksi akhir tahun ini. Pabrik sudah memproduksi XC40 Recharge, mobil listrik penuh pertama perusahaan, serta versi hybrid plug-in dari XC40.

“Masa depan kami adalah listrik dan pelanggan jelas menyukai apa yang mereka lihat dari mobil Recharge kami,” kata Javier Varela, Kepala Operasi dan Kualitas Industri Global, seperti dikutip dari siaran pers Volvo, Senin (11/1/2021).

Volvo Cars berkomitmen untuk menjadi perusahaan mobil listrik premium dan di tahun-tahun mendatang, perusahaan akan meluncurkan beberapa mobil listrik sepenuhnya. Pada 2025, mereka menargetkan penjualan globalnya terdiri dari 50 persen mobil listrik penuh, dengan sisanya hibrida.

Sementara Ghent adalah yang pertama dari jaringan manufaktur globalnya yang mulai membangun mobil listrik sepenuhnya, perusahaan tersebut juga berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi mobil listrik di fasilitas lain di seluruh dunia.

Bulan lalu, Volvo Cars juga mengumumkan akan merakit motor listrik di pabrik powertrainnya di Skovde, Swedia, dan berencana untuk membuat produksi e-motor in-house yang lengkap pada pertengahan dekade.

Volvo akan menginvestasikan 700 juta SEK untuk tujuan ini di tahun-tahun mendatang. Perusahaan juga berinvestasi secara signifikan dalam desain internal dan pengembangan e-motor untuk mobil Volvo generasi berikutnya.

Sepanjang 2020, Volvo Cars mencatatkan pertumbuhan kuat dalam permintaan model Recharge. Pangsa mobil Recharge secara persentase dari total penjualan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2020, dibandingkan dengan 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Volvo Cars
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top