Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LG Chem Minta Kasus Rahasia Dagang Tak Dikaitkan Recall

Produsen baterai Korea Selatan LG Chem bersitegang dengan SK Innovation soal apakah Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) harus mempertimbangkan penarikan kendaraan listrik baru-baru ini dalam kasus pelanggaran rahasia dagang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  10:38 WIB
Sel-sel baterai akan digunakan dalam pikap listrik GM yang akan mulai berproduksi pada musim gugur 2021 di pabrik Detroit-Hamtramck.  - REUTERS
Sel-sel baterai akan digunakan dalam pikap listrik GM yang akan mulai berproduksi pada musim gugur 2021 di pabrik Detroit-Hamtramck. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen baterai Korea Selatan LG Chem bersitegang dengan SK Innovation soal apakah Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) harus mempertimbangkan penarikan kendaraan listrik baru-baru ini dalam kasus pelanggaran rahasia dagang.

LG Chem, pemasok baterai kendaraan listrik (EV) Tesla dan General Motors, mengajukan keluhan perdagangan terhadap SK Innovation tahun lalu di AS. Terkait dengan dugaan pencurian rahasia dagang, LG Chem berupaya memblokir SK dari produksi sel baterai di AS dan mengimpor komponen.

SK membantah melakukan kesalahan, menurut Reuters dalam laporannya, dikutip Jumat (4/12/2020).

Bulan lalu, SK meminta ITC untuk mempertimbangkan bahwa "Baterai LG Chem telah terlibat dalam serangkaian kebakaran dan ledakan, yang meningkatkan kekhawatiran kepentingan publik yang substansial".

Dalam permintaan tersebut, SK mengatakan General Motors Co dan Hyundai Motor Co masing-masing telah mengeluarkan penarikan EV dengan baterai LG Chem. Penarikan itu "menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan publik dan menggarisbawahi kebutuhan kritis baterai SK di Amerika Serikat," kata perusahaan itu.

Ia menambahkan kebakaran adalah "alasan kuat" untuk tidak menghalangi kemampuan SK untuk memproduksi baterai di pabriknya di AS.

LG Chem dalam tanggapan yang diajukan beberapa hari lalu mengatakan pengajuan itu "tidak tepat waktu dan tidak relevan" dan seharusnya tidak memperhitungkan tinjauan ITC "karena penarikan kembali kendaraan listrik yang dikutip oleh SKI tidak memengaruhi model baterai tahun depan dan tidak memengaruhi EV dengan baterai yang diproduksi di Pabrik LG Chem di Holland, Michigan".

GM mengatakan bulan lalu menarik kembali 68.677 kendaraan listrik di seluruh dunia untuk baterai tegangan tinggi setelah lima kebakaran yang dilaporkan dan dua cedera ringan. Pada Oktober, Hyundai menarik kembali hampir 77.000 Kona di seluruh dunia, mengatakan kemungkinan kerusakan pada sel baterai meningkatkan risiko kebakaran.

LG Chem, yang melepaskan bisnis baterainya berganti nama menjadi LG Energy Solution pekan ini, juga mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya secara sukarela menarik kembali baterai penyimpanan energi residensial di Amerika Serikat atas kekhawatiran masalah termal setelah menerima lima laporan terkait.

“Ini adalah penggantian gratis dari beberapa baterai pada produk sistem penyimpanan energi perumahan yang sebelumnya memprioritaskan keselamatan pelanggan. Kami sedang bekerja dengan perusahaan terkait untuk menentukan penyebabnya," kata LG Energy Solution kepada Reuters, Jumat (4/12/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Recall Kendaraan Baterai Mobil Listrik SK Innovation LG Chem Ltd

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top