Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1 Tewas, 54.000 Mobil Volvo Kena Recall

Volvo Cars menarik kembali (recall) 54.000 kendaraan di AS karena cacat kantong udara setelah satu kematian akibat kecelakaan terkait dengan masalah tersebut, menurut dokumen yang disampaikan kepada regulator AS.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 08 November 2020  |  10:19 WIB
Tim ini telah beroperasi sejak 1970. Setiap kali kecelakaan yang melibatkan Volvo di sekitar Gothenburg, Swedia, baik siang maupun malam, mereka segera tiba di lokasi saat diberi tahu.  - Volvo Cars
Tim ini telah beroperasi sejak 1970. Setiap kali kecelakaan yang melibatkan Volvo di sekitar Gothenburg, Swedia, baik siang maupun malam, mereka segera tiba di lokasi saat diberi tahu. - Volvo Cars

Bisnis.com, JAKARTA - Volvo Cars menarik kembali (recall) 54.000 kendaraan di AS karena cacat kantong udara setelah satu kematian akibat kecelakaan terkait dengan masalah tersebut, menurut dokumen yang disampaikan kepada regulator AS.

Brand otomotif di bawah Geely Automotive itu menarik kembali kendaraan S80 dan S60 model 2001-2003 yang dijual atau terdaftar di negara bagian AS.

Di daerah dengan iklim kelembapan tinggi, inflator kantong udara depan sisi pengemudi bisa pecah dan menyemburkan pertikel logam.

Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada pemerintah, menurut Reuters yang dikutip Antara, Minggu (8/11/2020), Volvo akan mengganti inflator dengan propelan dan inflator modern.

Suku cadang diharapkan tersedia pada Maret tahun depan.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengatakan pada hari Sabtu (7/11) bahwa pihaknya mengonfirmasi satu orang di Amerika Serikat tewas ketika inflator kantong udara kembar ZF / TRW FG2 yang berisi propelan 5AT-148N meledak.

Masalah tersebut telah menjadi pokok bahasan pertemuan NHTSA dan Volvo sejak Agustus 2019.

Badan tersebut mengatakan insiden fatal itu adalah satu-satunya insiden pecahnya jenis inflator ini di seluruh dunia. NHTSA dan Volvo sedang mengumpulkan dan meninjau data tentang kendaraan lain dengan inflator ini untuk menentukan apakah tindakan tambahan diperlukan, kata NHTSA.

Volvo tidak segera berkomentar pada Sabtu.

ZF Group mengatakan pihaknya pertama kali diberitahu oleh Volvo pada Agustus 2019 tentang insiden tersebut dan "segera memberi tahu NHTSA dan, bersama dengan Volvo, mulai menyelidiki insiden tersebut."

ZF menambahkan, pihaknya "akan terus bekerja sama dengan NHTSA dan Volvo dalam masalah ini."

Recall otomotif terbesar dalam sejarah sejauh ini melibatkan sekitar 100 juta inflator yang diproduksi oleh pembuat suku cadang Takata lainnya yang telah ditarik oleh 19 produsen mobil besar di seluruh dunia dan terkait dengan 26 kematian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Recall Kendaraan Volvo Cars
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top