Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Investasi, Royal Enfield Sempat Ajukan Proposal ke Pemerintah

Proses pendirian pabrik di Thailand jauh lebih mudah dibandingkan Indonesia.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 05 November 2020  |  20:42 WIB
Sepeda motor Royal Enfield edisi terbatas, Classic 500 'Pegasus' diperkenalkan di Jakarta, Rabu (14/11/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Sepeda motor Royal Enfield edisi terbatas, Classic 500 'Pegasus' diperkenalkan di Jakarta, Rabu (14/11/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Salah satu produsen sepeda motor tertua di dunia, Royal Enfield menaruh minat untuk membangun pabrik perakitan di Indonesia. Mereka bahkan sempat mengajukan proposal ke pemerintah pada tahun lalu.

Vimal Sumbly, Head of APAC Business untuk Royal Enfield, menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar penting di Asia dan Asia Pasifik dengan volume penjualan sepeda motor mencapai 6,49 juta unit pada 2019.

Hal tersebut diakui Vimal menjadi daya pikat bagi Royal Enfield untuk membangun pabrik perakitan di Indonesia. Keinginan tersebut bahkan sudah disampaikan ke pemerintah pada tahun lalu.

"Saya juga sudah bertemu dengan menteri tahun lalu pada bulan November dan mengajukan proposal kami untuk pendirian pabrik perakitan," ujar Vimal kepada Bisnis, baru-baru ini.

Kendati demikian, sejauh ini wacana tersebut belum terealisasi. Di sisi lain, Royal Enfield justru mengungkapkan rencana pembangunan pabrik perakitan di Thailand pada tahun ini guna melanjutkan ekspansi di Asia Tenggara.

Fasilitas di Thailand akan menjadi pabrik kedua bagi Royal Enfield, setelah sebelumnya mendirikan pabrik di Argentina. Pabrik itu akan didirikan di Provinsi Chachoengsao, bagian dari zona industri yang ingin dipromosikan oleh Pemerintah Thailand.

Vimal menuturkan bahwa Thailand merupakan negara dengan penjualan terbaik di Asia Pasifik untuk Royal Enfield. Seperti dikutip dari Asian Nikkei, penjualan Royal Enfield di Thailand tumbuh dua kali lipat menjadi 3.146 unit pada 2019.

Selain daya serap yang tinggi, keputusan Royal Enfield membangun pabrik di Thailand juga ditentukan oleh kemudahan investasi. Vimal mengungkapkan proses pendirian pabrik di Thailand jauh lebih mudah dibandingkan dengan Indonesia.

"Proses pendirian pabrik perakitan [completely knocked-down] di Thailand lebih simpel dan mudah, sedangkan di Indonesia agak lebih rumit. Namun, tentunya kami memiliki rencana strategi jangka panjang untuk memperluas operasional kami di Indonesia," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa strategi jangka panjang tersebut adalah dengan terus mengembangkan jaringan penjualan, mengadakan riding, membawa produk baru, dan menggelar acara kustom motor.

Selain itu, Vimal juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu setahun ke depan, akan ada tiga sampai dengan empat model baru Royal Enfield yang siap meluncur di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor Royal Enfield
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top