Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tinggal Dirakit, MAB Punya Ready Stock 30 Bus Listrik

PT Mobil Anak Bangsa (MAB) memiliki 30 unit bus listrik ready stock di fasilitas produksinya di Demak, Jawa Tengah. Sejauh ini, prinsipal merek bus listrik MAB tersebut telah mengantongi 1 SUT dan 2 SRUT.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 11 September 2020  |  14:00 WIB
Perakitan di Pabrik Karoseri Anak Bangsa. Ready stock 30 unit chassis bus 12 meter.  - MAB
Perakitan di Pabrik Karoseri Anak Bangsa. Ready stock 30 unit chassis bus 12 meter. - MAB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mobil Anak Bangsa (MAB) memiliki 30 unit bus listrik ready stock di fasilitas produksinya di Demak, Jawa Tengah. Sejauh ini, prinsipal merek bus listrik MAB tersebut telah mengantongi 1 SUT dan 2 SRUT.

Prabowo Kertoleksono, General Manager Business Development PT Mobil Anak Bangsa (MAB), mengatakan bahwa kapasitas terpasang pabriknya saat ini 50 unit per bulan.

"Saat ini ada 30 unit sasis bus 12 meter, sudah dirangkai. Kami siap produksi, baik untuk tipe hi-deck dan low entry," ujarnya, baru-baru ini.

MAB adalah prinsipal merek, yang merancang sendiri bus paling sesuai dengan kebutuan dan peraturan Indonesia. MAB juga memilih dan menentukan sendiri komponen dan pemasoknya.

Adapun perakitannya dilakukan oleh PT Karoseri Anak Bangsa (KAB)--anak perusahaan MAB yang memiliki basis produksi di Demak. Saat ini, komponen lokal menyumbang 35 persen kebutuhan produksi bus listrik MAB, adalah 65 persen lainnya masih diekspor.

Sejumlah komponen lokal bus listrik MAB di antaranya adalah karoseri, kursu, kaca, pintu, hingga pelek. Adapun baterai, e-motor, transmisi, controller, dan axle masih didatangkan dari pemasok luar negeri. "Komponen impornya masih lumayan besar, terutama karena baterai," ujarnya.

MAB memiliki bus tipe 12 meter, dengan dua varian, yakni low entry MD12-E, dan hi-dec MD12-E NF yang memenuhi spesifikasi bus rapid transit (BRT).

Ganda Pahala Hutapea, Marketing Manager MAB, menambahkan bahwa perusahaan memiliki stok bahan baku dan material komponen yang siap dirakit untuk 30 bus listrik.

"Kalau ada order kami sudah siap. Produksi butuh waktu sekitar 2 bulan untuk 1 unit bus listrik," ujarnya, Kamis (10/9/2020). Terkait dengan harga, dia mengatakan, tergantung pada spesifikasi yang diinginkan oleh konsumen. "Standarnya sekitar Rp4,5 miliar."

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, MAB telah mengantongi 1 SUT (sertifikat uji tipe), dan 2 SRUT (sertifikasi registrasi uji tipe). SUT menunjukkan bahwa model kendaraan tersebut sudah bisa diproduksi, adalah SRUT menunjukkan unit yang siap mengaspal di jalan raya.

Menurut Prabowo, saat ini MAB telah mencatatkan penjualan 1 unit bus listrik tipe MAB 12E NF berkapasitas penumpang 45 orang. Pembelinya adalah Paiton Energy di Demak. Penyerahan bus ini dilakukan pada November 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik Bus Listrik Bus Listrik MAB
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top