Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suzuki Jimny Jadi Kendaraan Niaga di Inggris, Kok Bisa?

Setelah mundur dari pasar otomotif Inggris pada dua bulan lalu karena peraturan emisi, Suzuki kemudian memperkenalkan mobil legendaris mereka Jimny di Inggris sebagai kendaraan niaga ringan (LCV).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 September 2020  |  12:36 WIB
Suzuki Jimny.  - Suzuki
Suzuki Jimny. - Suzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah mundur dari pasar otomotif Inggris pada dua bulan lalu karena peraturan emisi, Suzuki kemudian memperkenalkan mobil legendaris mereka Jimny di Inggris sebagai kendaraan niaga ringan (LCV).

Dilaporkan CarsCoops pada Kamis (10/9/2020), mobil berpenggerak 4×4 itu sebenarnya tetap mempertahankan karakteristik SUV, namun bisa masuk ke segmen LCV karena jok belakang yang diturunkan untuk menyediakan ruang bagasi yang luas, sekitar 863 liter.

Suzuki Jimny itu masih ditenagai mesin bensin 1,5 liter dengan pembakaran konvensional. Mobil itu menghasilkan tenaga 101 HP pada rentang 6.000 rpm dan torsi maksimal mencapai 130 Nm pada 4.000 rpm, yang dipadukan dengan transmisi manual lima kecepatan.

Jimny versi LCV itu memiliki ground clearance sekitar 210 mm, radius putar 4,9 meter dengan sudut 37 dan 49 derajat, dan ramp breakover sekitar 28 derajat.

Dimensi kendaraan itu 3.480 mm dari bemper ke bemper, lebar 1.645 mm dan tinggi 1.720 mm, dengan wheelbase 2.250 mm.

Kendati demikian, Suzuki belum memberikan harga untuk kendaraan ini. Tetapi banyak yang berasumsi bahwa mobil ini akan memiliki harga sekitar 15.370 euro dan kemungkinan produk ini akan dijual dengan secara terbatas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pasar Pikap Kendaraan Niaga Suzuki Jimny

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top