Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Terapkan Konsep Kendaraan Otonom Sejak 2017, Ini Buktinya

Selain mempercepat implementasi kendaraan listrik, Indonesia juga mendorong penggunaan kendaraan otonom atau swakemudi. Menurut Menhub, Indonesia telah menerapkan teknologi autonomous vehicle sejak 2017.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 07 September 2020  |  11:17 WIB
Kalayang Bandara Soetta. Penumpang dapat menggunakan kereta ini tanpa dipungut biaya.  - soekarnohatta/airport.co.id
Kalayang Bandara Soetta. Penumpang dapat menggunakan kereta ini tanpa dipungut biaya. - soekarnohatta/airport.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Selain mempercepat implementasi kendaraan listrik, Indonesia juga mendorong penggunaan kendaraan otonom atau swakemudi. Menurut Menhub, Indonesia telah menerapkan teknologi autonomous vehicle sejak 2017.

"Sejak 2017, Indonesia sudah menerapkan konsep transportasi publik menggunakan kendaraan otonom, yaitu Kalayang Sky Train di Bandara Soekarno Hatta," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada acara webinar How Will Autonomous Vehicle Transform Our New Capital yang diselenggarakan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (5/9/2020).

Dia menjelaskan Kereta Melayang atau Automatic People Mover System (APMS) merupakan fasilitas bandara yang dapat digunakan oleh pengguna jasa bandara untuk melakukan perpindahan antarterminal penumpang ataupun dari terminal ke stasiun kereta api bandara.

Seperti dikutip dari soekarnohatta-airport.co.id, terdapat dua jalur (track) yang digunakan dalam operasi Kalayang dan tiap-tiap jalurnya dioperaskan 2 Set Kalayang dengan 2 gerbong di setiap set Kalayang.

Saat ini Skytrain Kalayang beroperasi setiap hari mulai 04.33-00.30 WIB di atas lintasan dual track sepanjang 3 km.

Untuk dapat menggunakan Kalayang, pengguna jasa harus melalui shelter Kalayang yang terdapat di setiap terminal dan di integrated building yang terhubung dengan stasiun kereta api bandara.

Kereta ini menjangkau Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soetta dengan waktu tempuh 5 menit, sementara Terminal 2 menuju Terminal 3 ditempuh dalam waktu 7 menit. Penumpang dapat menggunakan kereta ini tanpa dipungut biaya.

Layanan pengangkut penumpang ini menggunakan kereta gerak-roda otomatis (automated people-mover system) yang diproduksi oleh PT LEN Industri dan Woojin Industries asal Korea Selatan.

Dari dua rangkaian kereta yang beroperasi, setiap rangkaian kereta terdiri dari tiga gerbong yang keseluruhannya dapat mengangkut hingga 176 penumpang dalam satu kali perjalanan. Setiap gerbong kereta mampu melaju hingga 60 kilometer per jam. Setiap rangkaian kereta juga dilengkapi dengan teknologi automated guide-way transit (AGT).

Ke depannya, jalur pengangkut penumpang ini akan diperpanjang melewati terminal 4 dan area komersial Sky Hub hingga kembali ke Terminal 1 dengan mengelilingi Bandara Soekarno-Hatta.

“Kendaraan otonom seperti automatic rail transport (ART) dapat menjadi moda transportasi pilihan bagi ibu kota baru karena aman, andal, dan sangat tepat waktu,” ungkap Menhub. Oleh karena itu, Menhub mendorong perguruan tinggi melakukan riset dan pengembangan teknologi kendaraan swakemudi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soetta kendaraan otonom Mobil Swakemudi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top