Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Benarkah Nissan e-Power Lebih Baik dari Teknologi Hybrid?

Konsep mobil hibrida konvensional ialah untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar, sedangkan e-Power tidak hanya efiesinsi bahan bakar tetapi juga tenaga yang instan khas mobil listrik.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 03 September 2020  |  10:30 WIB
Nissan Kick e-Power.  - Nissan
Nissan Kick e-Power. - Nissan

Bisnis.com, JAKARTA--Nissan Kicks e-Power resmi dipasarkan di Indonesia. Teknologi e-Power pada Kicks membuat mobil ini disebut mobil listrik hibrida. Namun, Nissan menyebut e-Power itu lebih baik dari teknologi hibrida (hybrid) pada umumnya.

Alasannya, konsep mobil hibrida konvensional ialah untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar, sedangkan e-Power tidak hanya efiesinsi bahan bakar tetapi juga tenaga yang instan khas mobil listrik.

Hiroko Wakita, Chief Marketing Manager PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI), mengatakan tujuan mobil hibrida konvensional ialah mengejar efisiensi bahan bakar sehingga kadang menggunakan mesin bakar kadang menggunakan listrik.

“Itu tujuan utama konvensional hybrid, tapi prioritas utama kami ialah tenaga yang instan untuk pengalaman berkendara yang lebih menarik,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini. 

Wakita berpendapat jika konsumen ingin mendapatkan efisiensi bahan bakar, mobil berteknologi hibrida dan e-Power dapat menjadi pilihan. Namun, jika ingin juga merasakan tenaga instan untuk akselerasi mobil listrik murni dapat menjadi pilihan. 

Sayangnya, memilih mobil listrik murni di Indonesia masih terkendala ketersediaan charging station. Untuk itu, e-Power dapat menjadi pilihan di mana konsumen dapat merasakan sensasi mengendarai mobil listrik tetapi tidak perlu cemas charging station.

“Saya pikir e-Power lebih baik dari hibrida konvensional,” tambahnya.

Nissan Indonesia kemarin (2/9/2020) telah meluncurkan Nissan Kicks e-Power yang menunjukkan keseriusan Nissan untuk mendukung pengembangan mobil berteknologi listrik di Indonesia. Model sport utility vehicle (SUV) kompak ini dipasarkan seharga Rp449 juta on the road DKI Jakarta.

Adapun, e-Power adalah powertrain listrik 100%, memanfaatkan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang disempurnakan dari Nissan LEAF, dengan menambahkan mesin bensin untuk mengisi baterai bertenaga tinggi bila diperlukan.

Hal ini menghilangkan kebutuhan akan pengisi daya eksternal, sekaligus menawarkan output tinggi yang sama dengan EV. Sistem e-Power memberikan akselerasi kuat, torsi, dan tarikan yang responsif serta berkendara yang senyap dengan akselerasi halus seperti EV.

Wakita menambahkan Nissan Kicks e-Power yang dipasarkan di Indonesia hanya satu varian yakni yang paling tinggi dan didatangkan dari Thailand. Di Negeri Gajah Putih, Nissan Kicks e-Power tersedia dalam tiga varian tetapi di Tanah Air hanya varian paling tinggi yang dipasarkan.

“Thailand mirip dengan Indonesia karena infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas. Jadi masih baru. Mungkin [pasarnya] agak berbeda dengan Singapura atau Hong Kong yang sudah memiliki banyak charging station,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan mobil hybrid Nissan Kicks e-Power
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top