Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ford Motor Pangkas 1.400 Pekerja di AS

Ford Motor akan memangkas lima persen pekerjanya di Amerika Serikat sebagai bagian dari reorganisasi yang diharapkan mampu mendorong perusahaan membalikkan nasib buruknya.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 September 2020  |  18:35 WIB
Ford Motor Pangkas 1.400 Pekerja di AS
Proses produksi di pabrik perakitan Ford Motor Co. di Louisville, Kentucky. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ford Motor akan memangkas lima persen pekerjanya di Amerika Serikat sebagai bagian dari reorganisasi yang diharapkan mampu mendorong perusahaan membalikkan nasib buruknya.

Kumar Galhotra, Presiden Ford Amerika, mengatakan bahwa perusahaan akan memangkas 1.400 pekerja bergaji tetap di AS. Langkah itu bertujuan membuat perusahaan lebih kompetitif dan menguntungkan.

“Kami berada dalam proses, di mana membuat Ford lebih fit dan efektif,” ujar Kumar dikutip dari Bloomberg, Kamis (3/9/20200.

Berita pemutusan hubungan kerja (PHK) ini mencuat sejak akhir Agustus 2020 lantaran CEO Jim Hackett berencana untuk pensiun. Pucuk pimpinan Ford akan diambil alih Jim Farley pada 1 Oktober mendatang.

Di sisi lain, pemangkasan karyawan di AS tersebut menambah daftat panjang pengurangan karyawan yang telah dilakukan Ford. Selama masa jabatan Hackett, sedikitnya ada 2.300 karyawan yang mengalami pengurangan gaji.

Tahun lalu, Ford juga mengurangi ribuan pekerjaan di Eropa. Pada saat bersamaan, perusahaan juga memberhentikan 7.000 karyawan bergaji tetap di seluruh dunia pada tahun lalu.

Dalam putaran pertama gelombang PHK tersebut, produsen mobil yang memiliki 190.000 pekerja di seluruh dunia pada ini diharapkan mampu menghemat US$600 juta per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ford Motor Produksi Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top