Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Terkait Pandemi, Ford Motor Akan PHK 1.000 Pekerja Lagi

Ford memiliki 190.000 pekerja di seluruh dunia pada akhir 2019.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 01 September 2020  |  13:19 WIB
Proses produksi di pabrik perakitan Ford Motor Co. di Louisville, Kentucky.   - Bloomberg
Proses produksi di pabrik perakitan Ford Motor Co. di Louisville, Kentucky. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Ford Motor berencana untuk memangkas sekitar 1.000 pekerja bergaji tetap di Amerika Utara sebagai bagian dari rencana restrukturisasi global senilai US$11 miliar yang dimulai dua tahun lalu.

Rencana restrukturisasi tersebut, seperti dikutip RTTNews dari Bloomberg, Senin (31/8/2020), tidak terkait dengan keterpurukan ekonomi akibat pandemi virus corona. Pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa datang paling cepat minggu ini.

Berita PHK muncul karena CEO Jim Hackett berencana untuk pensiun. Jim Farley akan mengambil alih kepemimpinan pada 1 Oktober 2020.

Pemutusan hubungan kerja di Amerika Utara diharapkan lebih kecil dan datang dalam bentuk sukarela. Pemutusan hubungan kerja baru diharapkan menjadi tambahan dari 2.300 pengurangan gaji yang sebelumnya diumumkan di AS selama masa jabatan Hackett.

Tahun lalu, Ford mengurangi ribuan pekerjaan di Eropa. Ford memberhentikan 7.000 karyawan bergaji tetap di seluruh dunia tahun lalu pada putaran pertama PHK dan diharapkan menghemat US$ 600 juta per tahun.

Produsen mobil itu memiliki 190.000 pekerja di seluruh dunia pada akhir 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk ford
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top