Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengemudi Mobil, Begini Cara Menghadapi Pesepeda di Jalan Raya

Meningkatnya tren gowes di tengah pandemi virus corona membuat rombongan pesepeda kerap hilir mudik di jalan raya. Guna menghindari kecelakaan, dibutuhkan rasa pengertian antarsesama pengguna jalan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  18:49 WIB
Pesepeda BMX beratraksi di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (21/9/2014). Olahraga yang termasuk dalam olahraga ekstrem tersebut kembali digandrungi sejumlah remaja Ibu Kota.  - ANTARA
Pesepeda BMX beratraksi di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (21/9/2014). Olahraga yang termasuk dalam olahraga ekstrem tersebut kembali digandrungi sejumlah remaja Ibu Kota. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya tren gowes di tengah pandemi virus corona membuat rombongan pesepeda kerap hilir mudik di jalan raya. Guna menghindari kecelakaan, dibutuhkan rasa pengertian antarsesama pengguna jalan.

Rifat Sungkar, pebalap profesional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, mengatakan bahwa sebagai sesama pengguna jalan dibutuhkan rasa saling menghargai. Sebab, infrastruktur di Indonesia belum sepenuhnya memadai untuk para pesepeda.

"Kalau di Indonesia harus hati-hati, karena antara infrastruktur dan jumlah pesepeda itu tidak seimbang. Kita tidak bisa juga membatasi jumlah satu sama lainnya. Jadi harus ada saling pengertian sesama pengguna jalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Kamis (13/8/2020).

Dia mencontohkan, di Australia, ada kampanye tentang berbagi jalan dengan pesepeda di jalan raya. Kampanye bertajuk "A Metre Matters" ini menyuarakan jarak 1 meter antara kendaraan bermesin, dengan yang tidak menggunakan mesin.

“Hal ini untuk mengantisipasi ketika tiba-tiba mobil berhenti, atau tiba-tiba ada mobil yang membuka pintu. Jadi sebelah-sebelahan itu harus satu meter jaraknya. Bukan depan-depanan ya,” tuturnya.

Menurut Rifat, hal seperti itu agak sulit untuk diterapkan di Indonesia. Mengingat kondisi jalan raya di perkotaan tidak terlalu lebar, sedangkan volume kendaraan bermotor membanjiri jalanan ibu kota.

Dia menilai para pengendara, apapun jenisnya, perlu saling mengerti. Para pesepeda diharapkan tidak bergerombol, sehingga menghabiskan lebar jalan. Adapun, pengemudi mobil atau motor, juga harus menjaga kecepatan ketika berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil tanpa pengemudi Tip Berkendara kawasan khusus pesepeda (KKP)
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top