Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Merger Volvo dan Geely Tertunda, Ini Sebabnya

Volvo melihat adanya pertumbuhan kembali yang kuat di China selama kuartal kedua dan mengharapkan kenaikan serupa juga terjadi di Amerika Serikat dan juga di negara-negara Eropa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  10:51 WIB
Jajaran mobil Volvo Cars Plug-In Hybrid : XC90, XC60, XC40, V90, S90. - VOLVO CARS
Jajaran mobil Volvo Cars Plug-In Hybrid : XC90, XC60, XC40, V90, S90. - VOLVO CARS

Bisnis.com, JAKARTA — Volvo Cars mengatakan rencana merger dengan perusahaan seinduk Geely Automobile Holdings Ltd. untuk sementara ditunda karena rencana Geely Auto untuk menjadi perusahaan terbuka di China.

Perusahaan akan melanjutkan pembicaraan pada musim gugur.

Sementara itu, Volvo berkeyakinan bahwa bisnisnya akan pulih pada paruh kedua tahun ini setelah melaporkan kerugian operasional selama 6 bulan pertama yang disebabkan oleh wabah virus corona yang membuat rantai pasokan terganggu dan penutupan pabrik secara paksa.

Volvo melihat adanya pertumbuhan kembali yang kuat di China selama kuartal kedua dan mengharapkan kenaikan serupa juga terjadi di Amerika Serikat dan juga di negara-negara Eropa.

"Jika pasar pulih seperti yang kami harapkan, kami mengantisipasi volume penjualan untuk kembali ke level yang sama pada paruh kedua pada tahun 2019 dan juga ambisi kami untuk kembali ke tingkat laba dan arus kas yang sama," kata CEO Hakan Samuelsson dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Rabu (22/7/2020).

"Pemulihan pasar telah memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan produksi di semua pabrik, kecuali pabrik Charleston di Ridgeville, South Carolina," tambahnya.

Volvo Cars, yang dibeli oleh China Zhejiang Geely Holding Group Co Ltd dari Ford Motor Co. pada 2010, berencana untuk bergabung dengan Geely Automobile dan medaftarkan diri di Hong Kong dan mungkin juga akan bermain di pasar otomotif daratan China.

Geely Automobile mengatakan bahwa bulan lalu dewan telah menyetujui proposal awal untuk mendaftarkan saham renminbi baru di dewan STAR seperti Nasdaq Shanghai.

"Sehubungan dengan ini [listing Shanghai] Geely Auto tidak dapat membahas potensi kombinasi perusahaan," kata juru bicara Volvo Cars tentang merger. Pembicaraan akan dilanjutkan segera setelah Geely Auto mengakhiri aktivitasnya terkait dengan hal itu.

Pembuat mobil yang berbasis di Gothenburg, Swedia melaporkan kerugian operasi sekitar US$110 juta untuk periode Januari—Juni.

Volvo telah memperingatkan pada Maret bahwa penjualan, pendapatan, dan arus kas pada semester pertama 2020 akan menurun dibandingkan dengan tahun lalu karena pandemi corona membebani bisnisnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Volvo Cars Geely Holding

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top