Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semester I/2020, Ekspor Otomotif Turun 24 Persen

Kinerja ekspor industri otomotif nasional sepanjang paruh pertama tahun ini melemah hingga 24 persen. Kendati demikian, kegiatan pengapalan pada Juni mulai kembali bergeliat jika dibandingkan bulan Mei.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  15:30 WIB
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal.  - TMMIN
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja ekspor industri otomotif nasional sepanjang paruh pertama tahun ini melemah hingga 24 persen. Kendati demikian, kegiatan pengapalan pada Juni mulai kembali bergeliat jika dibandingkan bulan Mei.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total kumulatif ekspor kendaraan secara utuh (completely built up/CBU) pada semester pertama 2020 mencapai 104.158 unit. Angka itu turun 24,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Adapun, untuk aktivitas ekspor kendaraan secara terurai atau completely knocked down (CKD) mencatatkan total 144.212 unit, turun 45,1 persen dibandingkan capaian semester I/2019 yang membukukan 262.804 unit.

Data Gaikindo menyebutkan ada sembilan merek yang mengekspor kendaran secara utuh, yaitu Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda, Wuling, Hyundai, Hino, dan DFSK. Dari keseluruhan, hanya Suzuki yang mencatatkan peningkatan ekspor pada semester I/2020.

Suzuki, berdasarkan data Gaikindo, mampu membukukan total pengapalan sebanyak 15.635 unit. Jumlah tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan semester I/2019.

Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control Suzuki Indomobil Motor (SIM), mengatakan bahwa hingga Mei 2020, model All New Ertiga dan New Carry masih menjadi lini produk dengan kontribusi tertinggi, disusul XL7.

Ertiga menjadi penopang dengan 7.880 unit pengapalan, sementara Carry sebanyak 3.339 unit. Adapun, XL7 yang diluncurkan pada Februari 2020, turut berkontribusi sejumlah 2.169 unit.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pasar ekspor belum pulih sepenuhnya dari krisis Covid-19.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan meski sempat melemah, saat ini kondisi pasar mulai membaik. Begitu pula dengan kinerja ekspor Honda.

“Ekspor pada Juni juga mulai membaik, dua negara tujuan Filipina dan Vietnam juga demikian. Kami ekspor Brio CBU setir kiri ke sana,” ujar Billy, baru-baru ini.

Gaikindo mencatat, kinerja ekspor CBU pada Juni jauh lebih baik dibandingkan bulan Mei, dengan total ekspor sebanyak 8.731 unit. Jumlah itu naik 33,5 persen dibandingkan ekspor pada Mei yang melego 6.540 unit.

Gaikindo juga memprediksi kinerja ekspor otomotif nasional pada tahun ini akan terkoreksi hingga 50 persen akibat dampak dari pandemi virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekspor Mobil TMMIN
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top