Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mulai 1 Juli, Perjanjian AS-Meksiko-Kanada Perkuat Industri Otomotif

Perjanjian multilateral antara Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2020 dinilai mampu mengakselerasi kinerja industri otomotif dari ketiga negara tersebut.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  16:30 WIB
Seorang pekerja perakitan General Motors bekerja pada perakitan mesin V6, yang digunakan dalam berbagai mobil GM, truk dan crossover, di pabrik GM Romulus Powertrain di Romulus, Michigan, 21 Agustus 2019.  - REUTERS
Seorang pekerja perakitan General Motors bekerja pada perakitan mesin V6, yang digunakan dalam berbagai mobil GM, truk dan crossover, di pabrik GM Romulus Powertrain di Romulus, Michigan, 21 Agustus 2019. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Perjanjian multilateral Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2020 dinilai mampu mengakselerasi kinerja industri otomotif dari ketiga negara tersebut.

Dilansir dari Wardsauto, Kamis (25/6/2020), perjanjian itu menggantikan sekaligus memodernisasi pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang telah berusia 26 tahun.

Penetapan USMCA diketahui bertujuan mendukung perdagangan yang saling menguntungkan bagi ketiga negara. Perjanjian ini diharapkan berdampak pada masa depan rantai pasokan industri otomotif karena persyaratan baru dan tinggi.

Di bawah USMCA, aturan untuk produsen industri otomotif telah dinaikkan dari standar NAFTA sebelumnya. Salah satunya mengatur 75% kendaraan penumpang dan komponen truk ringan untuk diproduksi di negara UMSCA tidak dikenakan tarif pada 2023.

Standar yang sama akan berlaku untuk bagian inti, tetapi akan sedikit lebih rendah untuk bagian pelengkap dan pokok, yang persyaratan kontennya masing-masing mencapai 65% dan 70% pada tahun 2023.

Selain itu, perjanjian tersebut juga mengatur bahwa 70% pembelian baja dan alumnium harus dilakukan di negara UMSCA, mulai tahun 2020.

Sebanyak 30% pekerjaan yang diselesaikan dengan kendaraan penumpang, harus dilakukan oleh pekerja berpenghasilan minimal US$16 per jam. Persentase ini bakal meningkat menjadi 40% pada 2023.

Ahslie Lopez, Manajer Senior di Departemen Audit MBAF, mengatakan bahwa produsen yang beroperasi di bawah USMCA dapat mengalami keunggulan kompetitif, dengan asumsi biaya kepatuhan lebih rendah daripada tarif potensial 25%.

"Konsumen dapat dipengaruhi untuk pindah ke merek USMCA di mana harga kendaraan baru kemungkinan tidak akan meningkat secara signifikan," ujarnya.

Mengingat, lanjutnya, produsen mobil tentu akan mengevaluasi apakah persyaratan baru tersebut dapat dipenuhi pada tenggat efektif 1 Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif Penjualan Mobil Global
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top