Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ssangyong Bidik Eropa Dengan SUV Tivoli Bermesin Kecil

Ssangyong Motors, merek mobil Korea yang kini bernaung di bawah Grup Mahindra & Mahindra, meluncurkan model terbaru Tivoli dengan mesin lebih kecil di pasar Eropa, untuk memacu kembali penjualan yang melesu akibat tekanan pandemi Covid-19.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  17:30 WIB
Seorang model berpose di sebelah SsangYong Tivoli pada hari pers kedua pada 85th International Motor Show di Jenewa 4 Maret 2015. REUTERS - Arnd Wiegmann
Seorang model berpose di sebelah SsangYong Tivoli pada hari pers kedua pada 85th International Motor Show di Jenewa 4 Maret 2015. REUTERS - Arnd Wiegmann


Bisnis.com, JAKARTA - Ssangyong Motor, merek mobil Korea yang kini bernaung di bawah Grup Mahindra & Mahindra, meluncurkan model terbaru Tivoli dengan mesin lebih kecil di pasar Eropa, untuk memacu kembali penjualan yang melesu akibat tekanan pandemi Covid-19.

Ssangyong Tivoli adalah model sport utility vehicle berukuran kompak. Tivoli pertama kali diluncurkan ke pasar pada 2015, dengan bekal mesin 1,6 liter bertipe disel dan petrol. Tahun lalu, Ssangyong menghadirkan Tivoli baru dengan mesin bensin turbo 1,5 liter, yang akan menggantikan mesin bensin 1,6 liter.

Kini, Ssangyong kembali meluncurkaan pembaruan Tivoli dengan mesin yang lebih kecil untuk pasar Eropa, yakni 1.3 L. Dikutip Antara dari Kantor Berita Yonhap, Senin (18/5/2020), pembuat mobil yang berfokus pada SUV itu memang fokus menjual Tivoli untuk pasar Eropa.

Ssyangyong masih memasarkan Tivoli dengan bermesin bensin 1.5 L turbocharged atau mesin diesel 1.6 L yang menjadi mesin andalan pada model Korando.

Ssangyong harus berjuang akibat kinerja yang memburuk sejak 2017. Pada Januari-Maret 2020, kerugian Ssangyong bertambah menjadi 193,54 miliar won dari yang sebelumnya 26,12 miliar won pada periode tahun lalu.

Penjualan kendaraannya dari Januari hingga April anjlok 33 persen menjadi 30.952 unit dari 45.908 pada periode tahun lalu. Selain karena produksi terganggu oleh wabah Covid-19, Ssangyong terbilang minim model.

SsangYong bahkan terpaksa menangguhkan beberapa tunjangan kesejahteraan bagi karyawan pada September tahun lalu dan memangkas sebagian upah dan bonus mereka pada Desember.

SsangYong Motor Company merupakan pabrikan otomotif terbesar kelima di Korea Selatan. Bermula dari gabungan dua pabrikan Ha Dong-hwan Motor Workshop dan dan Dongbang Motor Co., SsyangYong Motor beberapa kali berpindah kepemilikan.

Terakhir, sebanyak 70% saham Ssangyong diakuisisi oleh Mahindra & Mahindra pada Februari 2011. Akuisisi ini disetujui oleh Komisi Perdagangan Bebas Korea Selatan. Pada Januari 2019, Mahindra & Mahindra memegang 74,65% saham Ssangyong Motors.

Saat ini Ssangyong memiliki beberapa model di kelas mobil penumpang, yakni Tivoli, Rexton, XLV, dan Korando. Ssangyong juga punya pikap Muso, dan mobil van Rodius atau Stavic.

Tivoli merupakan model pertama Ssangyong yang dirilis setelah merek ini diakuisisi oleh Mahindra & Mahindra. Ssangyong Tivoli secara perdana muncul ke pasar pada Januari 2015.

Setahun berikutnya Ssangyong merilis XLV, yang merupakan model pengembangan Tivoli. Di Korea Selatan, Ssangyong XLV dikenal dengan nama Tivoli Air.

Tivoli ditawarkan dengan pilihan mesin 1,6 liter bensin atau diesel dan tersedia dalam penggerak dua atau empat roda. Tivoli dilengkapi dengan manual enam kecepatan atau gearbox otomatis AISIN, yang diklaim SsangYong secepat dan seefisien setup dual-clutch.

Pada Mei 2019, Ssangyong sempat mengungkapkan gambar teaser dan spesifikasi utama facelift Tivoli. Sebulan kemudian, versi baru Tivoli secara resmi diluncurkan di Korea Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Low SUV SsangYong Motor Co. Ssangyong Tivoli Model SUV
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top