Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Toyota Pangkas Produksi Mobil di Jepang pada Juni

Toyota Motor Corp mengatakan akan mengurangi produksi kendaraan di Jepang sebanyak 122 ribu unit pada bulan Juni, karena kurangnya permintaan untuk mobil baru di tengah pandemi virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  23:50 WIB
Toyota Mirai, mobil berbahan bakar cell tengah menunggu pemeriksaan akhir di pabrik Toyota Motor Corp. di Aichi Prefecture, Jepang, 11 April 2019. REUTERS - Joe White
Toyota Mirai, mobil berbahan bakar cell tengah menunggu pemeriksaan akhir di pabrik Toyota Motor Corp. di Aichi Prefecture, Jepang, 11 April 2019. REUTERS - Joe White

Bisnis.com, JAKARTA - Toyota Motor Corp mengatakan akan mengurangi produksi kendaraan di Jepang sebanyak 122 ribu unit pada bulan Juni, karena kurangnya permintaan untuk mobil baru di tengah pandemi virus corona.

Dilansir Reuters, Sabtu (16/5/2020), hal ini mendorong pembuat mobil Jepang itu untuk menjaga pabriknya tetap berjalan pada operasi terbatas. Penurunan produksi Toyota menggarisbawahi kondisi yang menantang bagi pembuat mobil di seluruh dunia karena dampak dari virus.

Selain permintaan yang lemah, masalah dengan pengadaan dan langkah-langkah jarak sosial di pabrik juga diperkirakan akan memukul jumlah produksi.

Pembuat mobil itu mengatakan akan menghentikan produksi di semua 15 pabriknya selama empat hari pada bulan depan, sembari menghentikan produksi hingga satu pekan pada 10 lini produksinya, termasuk untuk pembuatan mobil gasoline-hybrid Prius, sedan Corolla, dan 4Runner SUV.

Selain itu, Toyota berencana untuk mengoperasikan hanya satu shift pada lima jalur produksi bulan depan yang akan berlanjut pada dua jalur hingga Juli bahkan Agustus.

Seorang juru bicara Toyota mengatakan pengurangan produksi mewakili pengurangan 40 persen dari rencana awal yang dibuat di awal tahun ini.

Awal pekan ini, Reuters melaporkan bahwa Toyota berencana untuk memangkas hampir sepertiga produksinya di Amerika Utara hingga Oktober.

Toyota diprediksi mengalami penurunan laba operasi hingga 80 persen dalam setahun penuh, dan merupakan capaian terendah dalam sembilan tahun belakangan.

Beberapa analis percaya bahwa penjualan mobil global di seluruh industri dapat merosot hingga sepertiga tahun ini dan bahwa setiap pemulihan akan melambat dan merata karena meningkatnya pengangguran, dan berkurangnya pendapatan sehingga membebani pengeluaran konsumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Impor Pabrik Toyota

Sumber : Antara, Reuters

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top