Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fiat Berencana Buka Kembali Pabrik di AS, Bagaimana dengan Ford?

Fiat Chrysler Automobiles telah menentukan tanggal baru kapan berencana untuk mulai membuka kembali pabrik-pabriknya di Amerika Serikat dan Kanada, terlepas dari ketidakpastian mengenai pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 April 2020  |  13:00 WIB
Truk pikap F150 2018 bergerak di jalur perakitan di Pabrik Truk Ford Dearborn selama perayaan 100 tahun Ford River Rouge Complex di Dearborn, Michigan AS, 27 September 2018.  - REUTERS
Truk pikap F150 2018 bergerak di jalur perakitan di Pabrik Truk Ford Dearborn selama perayaan 100 tahun Ford River Rouge Complex di Dearborn, Michigan AS, 27 September 2018. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Fiat Chrysler Automobiles telah menentukan tanggal baru kapan berencana untuk mulai membuka kembali pabrik-pabriknya di Amerika Serikat dan Kanada, terlepas dari ketidakpastian mengenai pandemi virus corona (Covid-19).

Dilansir Bloomberg, Selasa (7/4/2020), produsen mobil multinasional tersebut menyatakan akan secara progresif memulai kembali produksi di pabrik-pabrik pada 4 Mei.

Sebaliknya, pesaing Fiat, General Motors Co. dan Ford Motor Co. masih menahan diri untuk menetapkan tanggal dimulainya kembali aktivitas dalam fasilitas-fasilitas mereka.

Fiat Chrysler dan produsen mobil lain diperkirakan akan kehilangan puluhan miliar dolar dengan menganggurkan pabrik-pabrik mereka selama berminggu-minggu.

Namun, urgensi untuk membuka pabrik-pabrik kembali telah menghadapi pertentangan dari serikat pekerja industri ini yang tergabung dalam United Auto Workers (UAW) dan sejumlah pejabat berwenang.

Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, seorang Demokrat, mengatakan pada Senin (6/4/2020) bahwa ia dapat memperpanjang perintah untuk tinggal di rumah yang diberlakukan di negara bagian itu melampaui periode saat ini yang dijadwalkan berakhir pada 14 April.

Dia bahkan berdebat dengan lawan-lawannya dari kubu Republik di legislatif negara bagian itu yang enggan memperpanjang keadaan darurat. Pernyataan keadaan ini memberi Whitmer kuasa untuk mengeluarkan perintah eksekutif seperti yang mematikan bisnis-bisnis di Michigan, lapor Detroit Free Press.

Kepada para awak media, Whitmer mengatakan bahwa negara bagian yang dipimpinnya melihat dampak puncak virus tersebut pada akhir April atau awal Mei.

Dengan latar belakang ketegangan ini, Fiat Chrysler mengatakan pihaknya bekerja sama dengan serikat pekerja dan pejabat pemerintah untuk mengembangkan prosedur baru yang mensertifikasi kesehatan harian tenaga kerja perusahaan.

“Selain itu, kami berupaya untuk mendesain ulang stasiun kerja di fasilitas-fasilitas guna mengimplementasikan praktik social distancing dengan lebih baik,” menurut Fiat dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, ketika diminta untuk mengomentari rencana Fiat Chrysler, juru bicara UAW memperingatkan bahwa keselamatan anggota serikat harus didahulukan dari pertimbangan lain dalam memulai kembali produksi.

Fiat Chrysley sebelumnya setuju untuk menutup pabrik-pabrik di AS pada 18 Maret setelah ditekan oleh serikat pekerja itu, kemudian mengatakan akan menutup pabrik-pabrik setidaknya hingga 14 April.

Berbeda dengan Fiat, Ford mengatakan pihaknya belum memutuskan tanggal baru untuk memulai kembali fasilitas-fasilitasnya.

“Kami terus menilai kondisi kesehatan masyarakat, panduan pemerintah, dan kesiapan pemasok untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk melanjutkan produksi di pabrik-pabrik kami di Amerika Utara,” ungkap Ford.

Setali tiga uang dengan Ford, General Motors menolak untuk memberikan tanggal tertentu dan hanya mengatakan bahwa mereka secara aktif memantau kapan perusahaan dapat dengan aman melanjutkan produksi reguler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ford fiat Produksi Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top