Tokyo Motor Show 2019 Jadi Panggung Raksasa Otomotif

Dikutip dari laman resmi Tokyo Motor Show, gelaran yang diadakan ke-46 kalinya itu akan diikuti sekitar 186 peserta. The Japan Automobile Manufacturers Association Inc. menyatakan ajang ini akan berusaha menampilkan segala kemungkinan dari mobilitas masa depan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  07:28 WIB
Tokyo Motor Show 2019 Jadi Panggung Raksasa Otomotif
Toyota Motor Show 2017. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tokyo Motor Show 2019 yang akan digelar pada pekan ini menjadi ajang para raksasa otomotif dunia, khususnya dari Jepang, untuk menghadirkan jajaran model dan konsep baru bertema masa depan.

Dikutip dari laman resmi Tokyo Motor Show, gelaran yang diadakan ke-46 kalinya itu akan diikuti sekitar 186 peserta. The Japan Automobile Manufacturers Association Inc. menyatakan ajang ini akan berusaha menampilkan segala kemungkinan dari mobilitas masa depan.

“Konsep ‘Open Future’ merefleksikan ruang lingkup kemungkinan terbuka yang akan dibawa oleh mobilitas baru di masa depan dan kenyamanan dalam berkendara. Gelaran tahun ini akan menunjukkan bahwa potensi masa depan selalu berkembang di Tokyo Motor Show,” tertulis dalam laman resmi Tokyo Motor Show 2019, Minggu (20/10/2019).

Sejumlah produsen raksasa otomotif Negeri Sakura akan memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan model maupun konsep baru yang syarat akan kebaruan dari sisi sumber energi, keramahan lingkungan, sistem otonom dan beragam fitur teknologi canggih lainnya.

Salah satunya Toyota Motor Corporation yang membawa mode dan konsep terbaru mereka, termasuk satunya adalah mobil konsep ultra-kompak bertenaga listrik pertamanya. Mobil yang diyakini sudah siap masuk tahap produksi ini akan dipasarkan pada 2020 akhir di Jepang.

Pada pasar kendaraan penumpang, Toyota akan menghadirkan model C-HR GR Sport, GranAce, dan All New Yaris. Toyota juga akan membawa konsep Mirai 2020 yang merupakan mobil sedan hydrogen fuel-cell electric vehicle (FCEV) pertama Toyota.

Toyota juga akan memboyong fleet otonom e-Palette yang akan digunakan dalam Tokyo Olympic and Paralympic Games tahun depan. Berkapasitas maksimum 20 penumpang, mobil ini diklaim memiliki kemampuan otonom level 4 yang berjalan menggunakan kamera.

Tokyo Motor Show 2019, sesuai temanya, menyajikan gambaran masa depan dunia otomotif. Meski model-model yang dirilis tidak dapat dipastikan juga akan masuk ke pasar domestik, ajang ini diakui sebagai barometer bagi industri otomotif Indonesia.

General Executive PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiskus Soerjopranoto mengatakan bahwa secara umum ajang ini memberikan gambaran mengenai tren industri otomotif ke depan. Dia mengatakan bahwa tren secara umum yang terjadi saat ini adalah era disrupsi industri otomotif.

Disruption itu membuat suatu industri itu berubah secara pandangannya. Industri otomotif yang tadinya highly regulated, sekarang masuklah disrupsi teknologi yang terkait digitalisasi. Ini hampir mirip dengan apa yang namanya revolusi industri,” katanya kepada Bisnis, Minggu (20/10/2019).

Dia menjelaskan bahwa industri otomotif tidak lagi hanya terkait pada satu industri dan kementerian sebagai regulatornya. Ke depan, menurutnya kementerian informasi dan informatika (Kemenkominfo) juga perlu terlibat untuk mendukung perkembangan industri otomotif yang membutuhkan konektivitas internet dan teknologi lebih tinggi.

“Kita tahu ke depannya itu ada disruption teknologi lainnya, connected car, autonomous, kita harus juga melihat kementerian yang terlibat, ada Kemenkominfo yang belum terlibat di situ, sekarang kan baru ESDM sudah, padahal tren ke depannya adalah connected car, itu kan autonomous, akan ada unsur-unsur digital yang perlu diperhatikan,” tuturnya.

Barometer Pasar RI

Menurutnya, ajang ini bisa menjadi barometer arah perkembangan industri otomotif di Tanah Air. Apa yang dilakukan oleh pihak prinsipal yang kebanyakan bermarkas di Jepang akan turut mempengaruhi pasar di Indonesia.

Kendati demikian, dia mengatakan model-model yang ditampilkan di Tokyo tidak dapat dipastikan kapan dan dengan spesifikasi seperti apa akan masuk ke pasar Indonesia. Menurutnya, hal itu akan disesuaikan kembali dengan kebutuhan di negara masing-masing.

Senada, Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan bahwa model-model yang ditampilkan di ajang ini tidak dapat dipastikan kapan akan masuk ke Indonesia.

Waktu peluncuran model baru di setiap negara akan berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan pasarnya. Dia mengatakan bahwa tidak ada patokan kapan model itu akan dirilis di pasar Indonesia selepas pengenalannya kepada publik Jepang pada ajang itu.

Pekan depan, Honda akan menampilkan sejumlah model dan mobil konsep baru, di antaranya adalah All New Honda Jazz/Honda Fit dan Honda Freed dengan penyegaran terbaru. Namun kedua model ini baru dirilis untuk pasar Jepang.

“Nanti di Tokyo Motor Show, All New Model Honda Fit akan di-launching, dan itu adalah model untuk market Jepang. Saat ini, untuk market Indonesia kami belum bisa memastikan rencananya,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Di luar Toyota dan Honda masih ada sejumlah produsen yang turut serta dalam ajang ini, seperti Mitsubishi yang siap membawa mobil konsep Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) berteknologi Mi Tech, dan Mazda yang siap menampilkan mobil listrik pertama mereka.

Di samping itu, ada pula Nissan yang menjagokan mobil konsep kendaraan urban bertajuk IMk. Selain itu, Suzuki dan Daihatsu juga akan membawa mobil konsep bertema masa depan mereka masing-masing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokyo motor show, Tokyo Motor Show 2017

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top