Potensial, Suzuki Marine Pacu Penetrasi Pasar Mesin Kapal

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus memaksimalkan peran Suzuki Marine untuk menggarap pasar mesin tempel kapal yang relatif tumbuh stabil.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 September 2019  |  11:08 WIB
Potensial, Suzuki Marine Pacu Penetrasi Pasar Mesin Kapal
ilustrasi - Suzuki

Bisnis.com, JAKARTA – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus memaksimalkan peran Suzuki Marine untuk menggarap pasar mesin tempel kapal yang relatif tumbuh stabil.

Marine Deputy General Manager SIS Gunardi Prakosa mengatakan bahwa perseroan sudah masuk ke bisnis marine sejak lama, tetapi baru beberapa ke belakang pasar itu digarap dengan lebih ekspansif. Menurutnya, pasar ini menyuguhkan potensi besar di luar pasar mobil yang cenderung menurun.

“Karena di segmen mobil atau motor cukup sulit belakangan ini, tapi di Suzuki Marine ternyata tumbuh terus. Ibaratnya, saat kami melihat saluran air yang biasanya mengalir itu mulai mengecil ada saluran lain yang terus mengalir, yakni Suzuki Marine,” katanya belum lama ini.

Dia mengatakan bahwa secara kumulatif penjualan mesin kapal Suzuki Marine hingga Agustus tumbuh sekitar 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara umum, pertumbuhan penjualan terus mencetak angka dua digit dalam 5 tahun terakhir.

Menurutnya, pendorong penjualan mesin tempel kapan paling besar saat ini adalah kebutuhan fleet atau armada dari pemerintah. Namun, di luar itu pertumbuhan permintaan dari pasar ritel seperti nelayan dan penyedia jasa transportasi laut juga tumbuh tinggi.

“Pertumbuhannya 19% untuk ritel, kalau wholesale itu bisa jadi jauh lebih besar, termasuk fleet dan lain-lain di situ, pasti jauh lebih besar karena dealer juga tidak semuanya laporan kepada kita,” ujarnya.

Dia megatakan, produk mesin dua tak seperti DT15AL masih mendominasi penjualan Suzuki Marine atau mencapai 60% dari total penjualan. Mayoritas konsumen merupakan nelayan yang menggunakannya untuk menunjang kegiatan produksi.

Mesin empat tak, katanya, belum terlalu banyak digunakan di Indonesia lantaran harganya yang lebih tinggi dari mesin dua tak. Namun, produk seperti DF200A juga mulai diminati karena memiliki efisiensi pembakaran yang lebih tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suzuki

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top