Fuso Pilih Adopsi Full Electric, Hino Lebih Suka Hybrid

Selain kendaraan penumpang, produsen kendaraan komersial juga siap memasuki era kendaraan listrik tetapi dengan pendekatan berbeda.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  15:15 WIB
Fuso Pilih Adopsi Full Electric, Hino Lebih Suka Hybrid
Model berdiri di samping kendaraan niaga truk Mitsubishi Fuso Fighter varian terbaru saat diluncurkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di Tangerang, Banten, Jumat (18/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, TANGERANG – Selain kendaraan penumpang, produsen kendaraan komersial juga siap memasuki era kendaraan listrik tetapi dengan pendekatan berbeda. Fuso lebih memilih kendaraan listrik berbasis baterai, sedangkan Hino memilih truk hibrida.

Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)  Atsushi Kurita mengatakan Fuso sebagai bagian dari Daimler Group pada prinsipnya siap untuk masuk kendaraan listrik. Fuso memiliki produk hibrida dan battery electric vehicle (BEV).

"Kami punya juga hibrida tetapi Daimler Group sangat kuat di battery EV. Kami pernah memamerkan truk listrik kami beberapa waktu lalu," ujarnya di GIIAS 2019 Tangerang, Senin (22/7/2019).

Kurita menjelaskan, saat ini truk listrik Fuso telah dipasarkan di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Di Tanah Air, Fuso masih menunggu regulasi kendaraan listrik yang diharapkan juga mengatur adanya insentif.

Pasalnya, harga truk listrik lebih mahal dibandingkan dengan truk konvensional. Tambah lagi pembangunan infrastruktur juga membutuhkan waktu.

"Kami sangat siap untuk membantu mengurangi emisi melalui kendaraan ramah lingkungan," katanya.

Adapun, Fuso pada GIIAS 2017 lalu pernah memamerkan truk listrik Canter E-Cell. Meski telah dipamerkan Fuso masih mempertimbangkan banyak hal untuk memasarkan di Tanah Air.

Santiko Wardoyo, Sales & Promotion Director Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengatakan Hino menghadirkan truk hibrida pada GIIAS 2019 karena menilai model ini paling ideal untuk truk secara umum dan Indonesia khususnya.

"Karena menurut Hino dengan hybrid sangat baik untuk biosolar. Kalau pure electric ke mana biosolar kita. Makanya kami membawa hybrid," ujarnya.

Santiko berpendapat, karena mobilitas truk yang umumnya menempuh jarak jauh, truk hibrida juga lebih baik karena tidak perlu khawatir dengan pengisian daya listrik.

Hino hybrid diklaim lebih hemat sekitar 50% untuk konsumsi bahan bakar. Alhasil, efisiensi dari pengguna dapat dan biosolar tetap digunakan.

"Untuk memasarkan memang kami tunggu regulasi pemerintah karena hybrid pasti lebih mahal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
GIIAS 2019, Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top