Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daimler Putar Otak Pangkas Biaya Produksi

Pabrikan otomotif Daimler sedang menjalani program pemotongan biaya untuk mencapai target keuntungan yang terancam akibat isu perdagangan global dan peningkatan persoalan di pabrik.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  09:50 WIB
Ola Kllenius telah menjadi anggota Dewan Manajemen Daimler AG sejak 1 January 2015. - DAIMLER
Ola Kllenius telah menjadi anggota Dewan Manajemen Daimler AG sejak 1 January 2015. - DAIMLER

Bisnis.com, JAKARTA - Pabrikan otomotif Daimler sedang menjalani program pemotongan biaya untuk mencapai target keuntungan yang terancam akibat isu perdagangan global dan peningkatan persoalan di pabrik.

Salah satu pimpinan Daimler Ola Kaellenius, seperti dilaporkan Reuters, telah bekerja selama berbulan-bulan pada inisiatif pemotongan biaya, dijuluki "bergerak", yang diharapkan siap musim panas 2019.

Kaellenius akan menggantikan Dieter Zetsche setelah pertemuan tahunan perusahaan pada 22 Mei.

Biaya administrasi kantor pusat Daimler akan dipotong sekitar 20 persen yang menartargetkan miliaran euro dalam sebagai potensi efisiensi.

Pada awal Mei, Kaellenius mengatakan Daimler akan memangkas biaya-biaya pengembangan dari mobil-mobil Mercedes-Benz baru dengan jumlah signifikan pada 2025. Perusahaan itu akan beraliansi secara intensif dengan para pesaingnya sebagai cara untuk meningkatkan margin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Daimler AG

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top