Laba BMW AG Merosot Pertama dalam 10 Tahun, Ini Faktor Penyebabnya

Divisi otomotif BMW AG mencatat kinerja negatif untuk pertama kalinya dalam satu dekade karena harga mobil merosot dan tuntutan hukum atas dugaan kolusi menggelembung menjadi 1,4 miliar euro (US$1,6 miliar).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  16:34 WIB
Laba BMW AG Merosot Pertama dalam 10 Tahun, Ini Faktor Penyebabnya
Logo BMW di New York Auto Show 2018. - Reuters/Shannon Stapleton

Bisnis.com, JAKARTA - Divisi otomotif BMW AG mencatat kinerja negatif untuk pertama kalinya dalam satu dekade karena harga mobil merosot dan tuntutan hukum atas dugaan kolusi menggelembung menjadi 1,4 miliar euro (US$1,6 miliar).

Laba di unit utama produsen mobil turun 42 persen menjadi 1,1 miliar euro pada kuartal pertama tahun ini. BMW menyatakan penurunan tersebut disebabkan oleh persaingan harga di sejumlah pasar dan pengeluaran untuk pengembangan teknologi baru memangkas laba.

Untuk menghadapi tekanan, BMW pada Maret mengumumkan rencana penghematan 14 miliar euro, memilih model dan memotong waktu pengembangan. Meskipun paruh kedua tahun ini akan membaik dengan penjualan sedan Seri-3 dan SUV X7, ketegangan perdagangan kembali meningkat.

BMW mengungkapkan perusahaan akan menentang tuduhan kolusi pada mobil emisi nol oleh Komisi Eropa dengan semua cara hukum yang mungkin.

Model Baru

"Kami mengalami dampak dari tingginya tingkat pengeluaran di berbagai bidang yang mempengaruhi seluruh sektor otomotif," kata Chief Executive Officer BMW, Harald Krueger, seperti dikutip Bloomberg.

Analis Jefferies, Philippe Houchois dalam catatannya mengatakan laba sebelum bunga dan pajak BMW turun 78 persen menjadi 589 juta euro, dengan kinerja hanya sedikit di atas ekspektasi.

Saham BMW turun 0,9 persen menjadi 73,34 euro pada awal perdagangan bursa Eropa. Saham telah naik 3,7 persen tahun ini, masih lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan 18 persen di sektor otomotif indeks Stoxx 600.

Tarif Lebih Tinggi?

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (5/5/2019) mengancam meningkatkan tarif pada barang-barang China yang dapat mendorong tindakan pembalasan. Hal ini dapat berdampak pada BMW karena perusahaan mengekspor SUV dari pabriknya di AS ke China.

BMW menutup musim laporan pendapatan untuk produsen mobil. Laba Volkswagen AG yang tidak termasuk barang-barang khusus naik, berbanding terbalik dengan penurunan penjualan di China.

Sementara itu, Daimler AG melaporkan penurunan laba 16 persen dan memperkirakan akan lebih sulit untuk memenuhi target tahunan.

BMW menegaskan kembali prospeknya hingga akhir tahun ini, dengan proyeksi laba sebelum pajak turun "jauh di bawah" tingkat tahun lalu sementara pengiriman diperkirakan naik tipis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMW, volkswagen, Daimler AG

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top