Saingi Uber, Daimler dan BMW Gelontorkan Rp16 Triliun Bangun Layanan Ride-Hailing

Daimler dan BMW sepakati kerja sama bernilai hampir Rp16 triliun untuk bangun layanan ride-hailing, parkir, dan pengisian baterai untuk hadapi persaingan Uber dan layanan lainnya.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 23 Februari 2019  |  01:13 WIB
Saingi Uber, Daimler dan BMW Gelontorkan Rp16 Triliun Bangun Layanan Ride-Hailing
CEO dan Chairman Board of Management BMW AG Harald Kruger (kiri) dan CEO Daimler AG Dieter Zetsche berjabat tangan dalam konferensi pers peluncuran kerja sama bisnis car-sharing kedua perusahaan di Berlin, Jerman, Jumat (22/2/2019). - Reuters/Axel Schmidt

Bisnis.com, JAKARTA -- Dua pabrikan otomotif Jerman, Daimler dan BMW, merilis kerja sama membangun layanan ride-hailing, parkir, dan pengisian baterai mobil listrik, Jumat (22/2/2019).

Reuters melansir kerja sama tersebut dilakukan untuk berkompetisi dengan Uber dan perusahaan teknologi lainnya. Daimler dan BMW menyebutkan investasi untuk kemitraan tersebut adalah lebih dari 1 miliar euro atau hampir Rp16 triliun.

"Opsi bekerja sama lebih jauh dengan provider lain, termasuk saham di startup dan para pemain eksisting, juga terbuka," ujar Chief Executive Daimler Dieter Zetsche.

Dengan kemitraan ini, merek car-sharing Car2Go dari Daimler akan bergabung dengan DriveNow, ParkNow, dan ChargeNow milik BMW. Masing-masing perusahaan memegang 50% saham di perusahaan baru itu.

Perusahaan baru ini akan mempunyai lima layanan, yakni REACH NOW untuk jasa pemesanan dan manajemen rute berbasis smartphone; CHARGE NOW untuk pengisian baterai mobil listrik; FREE NOW untuk layanan ride-hailing taksi; PARK NOW untuk layanan parkir; dan SHARE NOW untuk layanan berbagi kendaraan atau car-sharing.

"Lima layanan ini akan dimerger menjadi satu portofolio layanan mobilitas dengan armada yang seluruhnya bertenaga listrik dan dikemudikan secara otomatis, yang dapat mengisi baterai ataupun parkir secara otomatis pula," papar Chief Executive BMW Harald Krueger.

Daimler dan BMW memang tengah mengembangkan kendaraan tanpa pengemudi, yang diyakini dapat membuat keduanya unggul jauh dari perusahaan lain di bidang ini.

Perusahaan konsultan PwC telah menyatakan bahwa produsen mobil menghadapi marjinalisasi dari perusahaan teknologi dengan pasokan kas yang besar. Kecuali, pabrikan-pabrikan tersebut bisa mengembangkan layanan sendiri berdasarkan penggunaan kendaraan mereka.

Saat ini, layanan ride-hailing macam Uber terus berkembang di seluruh dunia. Jika Uber sedang menguasai pasar AS, maka Didi Chuxing dari China sedang menyasar pertumbuhan bisnis di negara-negara Amerika Latin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMW, Daimler AG

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup