Toyota Indonesia Kirim Avanza, Vigo, dan Rush ke Vietnam

General Statistics Office (GSO) of Vietnam mencatat tiga unit kendaraan diimpor secara utuh atau completely built up dari Indonesia pada Maret 2018, yakni Avanza, Vigo, dan Rush.
Yudi Supriyanto | 17 Mei 2018 15:46 WIB
Model berpose di dekat mobil Toyota All New Rush usai peluncurannya, di Jakarta, Kamis (23/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — General Statistics Office (GSO) of Vietnam mencatat tiga unit kendaraan diimpor secara utuh atau completely built up dari Indonesia pada Maret 2018, yakni Avanza, Vigo, dan Rush.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi mengungkapkan tiga kendaraan yang diimpor oleh Toyota Vietnam itu untuk tujuan penelitian dan pengujian setelah terdapat diskusi antara Toyota Vietnam dan Toyota Motor Manufactruing Indonesia melalui regional office di Singapura dengan sepengetahuan prinsipal Jepang.

“Terkait dengan 3 mobil impor pada Maret 2018: Setelah berdiskusi [TMMIN] dengan Toyota Vietnam, 3 mobil ini diimpor oleh mereka untuk tujuan penelitian dan pengujian. Ketiga mobil tersebut adalah: Avanza [1 unit], Wigo [1 unit], dan Rush [1 Unit],” kata Ibnu kepada Bisnis, Rabu (16/5/2018).

Dirinya mengaku mendengar rencana impor kendaraan bermotor mobil ketiga tipe tersebut sejak tahun lalu mengingat adanya tarif bea impor 0% kendaraan roda empat. Akan tetapi, pemerintah Vietnam mengeluarkan Decree 116 pada Oktober 2017.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono enggan berkomentar banyak mengenai pengapalan ketiga tipe kendaraan bermotor mobil pada Maret 2018.

Dia enggan memberitahukan hasil pengujian terhadap tiga unit mobil dengan tiga tipe berbeda yang dikirim ke Vietnam pada Maret 2018. “Toyota Indonesia akan terus meningkatkan kontribusinya bagi bangsa, dengan peningkatan volume export,” kata Warih kepada Bisnis pada Rabu (16/5/2018) malam.

Pada beberapa waktu lalu, Warih pernah mengatakan, pihaknya menargetkan peningkatan ekspor kendaraan bermotor mobilnya secara utuh dapat meningkat sekitar 10% sepanjang tahun ini.

Tidak jauh berbeda, Marketing Director PT Astra-Daihatsu Motor Amelia Tjandara, juga enggan berkomentar banyak terkait pengapalan ketiga tipe tersebut dari Indonesia ke Vietnam. “Iya masih proses, nanti ya jika sudah sukes kita info.”

Untuk diketahui, pengapalan kendaraan bermotor mobil dengan merek Toyota dari Indonesia sejak awal tahun ini terhenti lantaran adanya kebijakan Decree 116 yang membuat pemeriksaan terhadap tipe kendaraan bermotor dari negara lain dilakukan lot by lot atau setiap pengapalan.

Tidak hanya Toyota, beberapa merek kendaraan roda empat lainnya juga tercatat nihil melakukan pengapalan kendaraan bermotor mobil secara utuh (Completely built up/CBU) ke negeri jiran tersebut sejak awal tahun ini.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, pengapalan CBU Toyota sepanjang kuartal pertama tahun ini mencapai 23.283 unit atau lebih rendah 20,6% dibandingkan dengan ekspor pada periode yang sama tahun lalu, yakni 29.342 unit.

Meskipun begitu, masih dalam data Gaikindo, kontribusi pengapalan CBU Toyota pada kuartal pertama tahun ini mencapai 52% dari total pengapalan pada tiga bulan pertama tahun ini, yakni 55.976 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
All New Toyota Rush, Decree 116

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top