Nissan Perbarui 2 Model LCGC Datsun

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) melakukan penyegaran terhadap mobil bebas pajak, Datsun Go dan Go+. Perusahaan berharap dua model anyar ini akan memberikan pengalaman baru bagi konsumen yang mencari mobil entry level.
Muhammad Khadafi | 07 Mei 2018 21:32 WIB
Mobil konsep Datsun Go Live dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Tangerang Banten, Jumat (11/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) melakukan penyegaran terhadap mobil low cost and green car (LCGC) Datsun Go dan Go+. Perusahaan berharap dua model bebas pajak anyar ini akan memberikan pengalaman baru bagi konsumen yang mencari mobil entry level.

“Konsumen Indonesia bukan hanya ingin fungsi, tapi juga desain. New Datsun Go dan New Datsun Go+ dikembangkan untuk konsumen Indonesia,” kata Presiden Direktur NMI Eichii Koito pada acara peluncuran di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Datsun Indonesia melepas kedua mobil dengan harga mulai, masing-masing, Rp102,9 juta dan Rp112,3 juta.

Satu pembaruan pada Datsun Go itu terdapat opsi transmisi otomatis Xtronix CVT. Khusus varian ini tidak masuk program KBH2 lantaran tidak lagi memenuhi standar konten lokal. Mesin dan transmisi mobil matik diimpor dari Jepang dan Thailand.

Adapun berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang kuartal I/2018 ini penjualan pabrik ke diler Datsun mulai membaik. Berbekal satu model baru, Datsun Cross, merek ini tumbuh lebih dari dua kali lipat menjadi 5.373 unit.

Sebelumnya, selama beberapa tahun terakhir capaian Datsun di Tanah Air membukukan tren negatif. Kesuksesan melakukan penetrasi memanfaatkan program bebas pajak tidak bertahan lama.

Pada 2014 KBH2 Datsun membukukan penjualan pabrik ke diler sebanyak 20.520 unit. Angka itu bekontribusi 1,7% terhadap capaian industri roda empat dan lebih. Bahkan di kelasnya, kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2), Datsun menguasai 11,92% total volume penjualan ke diler.

Tahun berikutnya performa perusahaan semakin cerah. Datsun menutup 2015 dengan angka pertumbuhan 43,07%. Pangsa pasarnya di Indonesia secara keseluruhan pun naik menjadi 2,90% dan 17,75% di segmen KBH2.

Namun, persaingan mobil entry level atau yang mengincar first time buyer atau pembeli mobil pertama semakin ketat. Persaingan antar merek dan masalah kredit macet membayangi kelas ini tahun lalu.

Capaian 2016 dan 2017 berbanding kontras dengan awal kemuculan kembali Datsun di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, pasokan ke diler Datsun anjlok 58,86% dibandingkan dengan 2016 menjadi 10,484 unit.

Tag : Datsun Go, LCGC
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top