Meski Turun, Produksi Toyota Masih Terbanyak

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan produksi kendaraan bermotor mobil Toyota masih menjadi yang tertinggi pada kuartal pertama tahun ini. Di saat yang bersamaan, produksinya juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2017.
Yudi Supriyanto | 25 April 2018 21:20 WIB
Pekerja merakit mobil. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan produksi kendaraan bermotor mobil Toyota masih menjadi yang tertinggi pada kuartal pertama tahun ini. Di saat yang bersamaan, produksinya juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2017.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, produksi kendaraan bermotor mobil Toyota mencapai 124.542 unit pada Januari-Maret 2018, dan membuatnya memiliki pangsa pasar produksi sebesar 37,87% dari total produksi dalam daftar Gaikindo.

Pangsa pasar produksi Toyota sepanjang kuartal pertama tahun ini mengalamii penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu meskipun masih menjadi yang terbanyak. Pada Januari-Maret 2017, pangsa pasar produksi Toyota sebesar 47,6%.

Tidak hanya itu, masih dalam data Gaikindo, produksi pada tiga bulan pertama Toyota pada 2018 tersebut juga lebih rendah 26.046 unit dibandingkan dengan Januari-Maret 2017 sebanyak 150.588 unit atau minus 17,3%.

Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, mengungkapkan lebih rendahnya produksi kendaraan Toyota pada kuartal pertama tahun ini lantaran terdapat run out untuk produk Yaris dan Vios.

Sementara pada kuartal pertama tahun lalu, produk perusahaan seperti Calya dan Sienta masih dalam periode post launching. “Ada beberapa penyebab. Pertama, produk kita seperti Calya dan Sienta masih dalam periode post launching di Q1 2017 [Launching Semester 2/2016]. Kedua, Yaris dan Vios ada runout di Q1 2018,” kata Henry kepada Bisnis, Rabu (25/4/2018).

Kemudian, dia menambahkan, juga terdapat penyesuaian terhadap produksi Avanza akibat banyak permintaan terhadap Rush. Langkah tersebut diambil guna mempercepat pemenuhan permintaan Rush yang cukup besar.

Perusahaan meluncurkan New Yaris pada kuartal pertama tahun ini, yakni pada Februari 2018. Perusahaan menargetkan dapat menjual kendaraan bermotor mobil tipe hatchback tersebut hingga 1.200 unit setiap bulannya. Setelah meluncurkan New Yaris, perusahaan kembali melakukan peluncuran New Vios pada awal April 2018.

Sepanjang tiga bulan pertama 2018, pertumbuhan produksi kendaraan bermotor mobil secara keseluruhan dalam daftar Gaikindo mencapai 3,93% dari produksi Januari-Maret 2017.

Total produksi kendaran-kendaraan bermotor mobil di dalam negeri mencapai 328.910 unit pada Januari-Maret 2018, lebih tinggi 12.431 unit dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu.

Tercatat, produksi kendaraan bermotor mobil pabrikan otomotif di dalam negeri sepanjang Januari-Maret 2017 mencapai 316.479 unit. Produksi pabrikan otomotif pada Maret 2018 naik tipis dibandingkan dengan produksi Maret 2017, yakni dari 111.344 unit menjadi 112.444 unit atau naik 0,99%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Toyota Motor Corporation

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top