Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TARGET 2018: Suzuki Incar Pangsa Pasar 11%

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menargektan menguasai 11% pasar kendaraan bermotor roda empat dan lebih sepanjang 2018. Setelah naik 1,6 poin pada tahun lalu, target perusahaan tersebut terbilang moderat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  22:18 WIB
Stan Suzuki pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Tangerang Banten, Jumat (11/8). - JIBI/Dwi Prasetya
Stan Suzuki pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Tangerang Banten, Jumat (11/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menargektan menguasai 11% pasar kendaraan bermotor roda empat dan lebih sepanjang 2018. Setelah naik 1,6 poin pada tahun lalu, target perusahaan tersebut terbilang moderat.

Setiawan Surya, 4W Deputy Managing Director PT SIS mengatakan perusahaan enggan mematok target terlampau tinggi karena tahun ini persaingan semakin ketat. Dia menilai pemain dan produk baru menjadi tantangan utama.

“Tapi yang kami lakukan usaha tidak hanya 11%. Dengan berbagai varian yang ada, paling tidak sejelek-jeleknya 11%,” kata Setiawan dalam acara Suzuki Annual Gathering 2018 di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Sales Director SIS Makmur menambahkan bahwa meningkatkan pangsa pasar di tengah pasar yang stagnan bukan perkara mudah. Seperti diketahui, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mematok target tahun ini tidak terpaut jauh dengan tahun lalu.

Setiawan menambahkan Suzuki Indonesia akan menjadi pilar ketiga, setelah India dan Jepang. Negara ini akan menjadi penopang produksi di Asean dan beberapa negara Asia.

General Manager Strategic Planning Departemen PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Ryohei Uchiki mengatakan satu strateginya adalah dengan meluncurkan mobil world premiere.

World premiere adalah sebuah istilah untuk peluncuran perdana di dunia sebuah kendaraan bermotor. Lazimnya hal ini dilakukan di negara asal pembuat mobil tersebut.

Uchiki mengatakan hal itu akan dilakukan pada 2019. “Ini akan menjadi sebuah kehormatan dan kebanggan. Kami masih melakukan riset soal ini,” katanya.

Dia menjelaskan membawa mobil Suzuki yang dikembangkan di negara lain adalah perkara mudah. Saat skala ekonomi mencukupi, transfer teknologi perakitan pun bisa segera dilakukan. Lain halnya apabila meluncurkan mobil yang benar-benar dikembangkan sendiri.

Selain itu, Uchiki menjabarkan bahwa Suzuki juga akan mengembangkan fasilitas perakitan Cikarang. Saat ini utilitas pabrik 40% dari kapasitas produksi. Sepanjang 2017, pabrik tersebut memproduksi 48.000 unit Ertiga dan Wagon R.

SIM juga berencana menambah investasi guna menambah fasilitas produksi. Lahan yang digunakan pabrik yang menelan biaya sekitar US$1 miliar tersebut masih sekitar 10%. Namun semua hal itu masih menunggu arahan prinsipal.

Dari situs resmi Suzuki, 94,94% saham PT SIM dimiliki oleh Suzuki Motor Co, 4,55% PT Indomobil Sukses International, 0,51% PT Serasi Tunggal Karya. Sementara itu sebanyak 99% saham PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), agen pemegang merek Suzuki dimiliki oleh SIM dan 1% PT Indomobil Sukses International.

Berdasarkan situs berita Japan Times, penjualan global Suzuki sepanjang 2017 sebanyak 3,16 juta unit. India menjadi kontributor terbesar dengan hampir setengahnya atau 1,5 juta unit. Negara tersebut bahkan berencana menargetkan penjualan terus merangkak naik hingga 2 juta unit pada 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Baru PT Suzuki Indomobil Sales Pasar Mobil
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top