Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Nissan, Subaru Diduga Langgar Ketentuan Produksi Mobil

Produsen mobil Subaru Corp gagal mengikuti prosedur pemeriksaan yang tepat kendaraan yang ditujukan untuk pasar domestik di sebuah pabrik di Jepang. Hal itu diungkapkan oleh seorang sumber yang mengetahui proses pengujian.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 27 Oktober 2017  |  12:51 WIB
Seorang fotografer membidik logo Subaru di arena The 45th Tokyo Motor Show 2017.  - Reuters
Seorang fotografer membidik logo Subaru di arena The 45th Tokyo Motor Show 2017. - Reuters

Bisnis.com, TOKYO - Produsen mobil Subaru Corp gagal mengikuti prosedur pemeriksaan yang tepat kendaraan yang ditujukan untuk pasar domestik di sebuah pabrik di Jepang. Hal itu diungkapkan oleh seorang sumber yang mengetahui proses pengujian.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Subaru telah mengizinkan teknisi yang tidak bersertifikat untuk melakukan inspeksi kendaraan di pabrik Gunma, di sebelah utara pusat kota Tokyo.

Dikutip dari Reuters, Jumat (27/10/2017), otoritas perhubungan Jepang telah meminta seluruh produsen untu melakukan penyelidikan internal terkait pelanggaran atas inspeksi kendaraan yang diproduksi dan dipasarkan di negara itu.

Perintah ini muncul setelah Nissan Motor Co terbukti melakukan pelanggaran atas inspeksi yang mengatur kendaraan yang dijual di Jepang. Pemerintah setempat memberi batas waktu hingga bulan ini untuk perusahaan melaporkan hasil penyelidikan internal.

Juru bicara Subaru masih enggan untuk memberi penjelasan secara rinci. Pasalnya, produsen mobil tersebut belum mengajukan hasil penyelidikan internal ke kementerian transportasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Subaru recall kendaraan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top