Ini Alasan GM Tarik 2,5 Juta Unit Mobil di China

General Motors (GM) dan perusahaan patungannya di China, Shanghai GM, akan menarik lebih dari 2,5 juta unit mobil karena inflator kantong udara yang rusak. Hal ini disampaikan oleh pengawas kualitas di China seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/9/2017).
Muhammad Khadafi | 18 September 2017 10:26 WIB
General Motors - Reuters/Jeff Kowalsky

Bisnis.com, JAKARTA – General Motors (GM) dan perusahaan patungannya di China, Shanghai GM, akan menarik lebih dari 2,5 juta unit mobil karena inflator kantong udara yang rusak. Hal ini disampaikan oleh pengawas kualitas di China seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/9/2017).

Kendaraan tersebut dilengkapi dengan inflator airbag yang diproduksi oleh produsen Jepang Takata Corp. Seperti diketahui, selama beberapa waktu ke belakang Takata memang sedang bermasalah dengan kantong udara yang dapat meneybabkan ledakan.

Penarikan kembali tersebut  diumumkan oleh pemerintah pada hari Jumat (15/9/2017).  Sebelumnya hal serupa terjadi pekan sebelumnya. Volkswagen AG dan perusahaan patungan di China hendak menarik kembali 4,86 juta unit kendaraan di China karena masalah potensial dengan kantong udara Takata.

Kantor berita Xinhua mengutip pengawas kualitas tersebut mengatakan, bahwa inflator airbag yang salah melibatkan 37 produsen mobil dan lebih dari 20 juta kendaraan, dimana 24 pembuat mobil telah menarik kembali 10,59 juta unit kendaraan pada akhir Juni.

Kantong udara Takata dikaitkan dengan setidaknya 16 kematian dan 180 cedera di seluruh dunia. Hal tersebut menyebabkan penarikan kembali terbesar dalam sejarah otomotif dan drama kebangkrutan Takata sebagai pemasok komponen otomotif terbesar di Jepang.

Adapun GM adalah produsen otomotif asal Amerika Serikat yang menaungi beberapa merek yang tersebar di seluruh dunia. Di antaranya Chevrolet, Buick, GMC, Wuling, dan lainnya.

Tag : gm, Takata
Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top