Triwulan I/2017, Mobil Astra Masih Merajai Pasar Otomotif

Penjualan merek mobil di bawah kendali PT.Astra International Tbk (ASII) meliputi Toyota, Daihatsu,bIsuzu dan Peugeot, pada triwulan pertama tahun, Januari-Maret 2017, membukukan performa menggembirakan.
Yusran Yunus | 17 April 2017 19:39 WIB
Grafik penjualan mobil dari Astra Internasional tahun 2016 - Bisnis/Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan merek mobil di bawah kendali PT Astra International Tbk (ASII) meliputi Toyota, Daihatsu, Isuzu  dan Peugeot, pada triwulan pertama tahun, Januari-Maret 2017, membukukan performa menggembirakan.

Berdasarkan data ASII yang mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan total penjualan merek mobil di bawah Grup Astra tersebut mencapai 160.943 unit atau dengan penguasaan pasar (market share) sebesar 57%. Di periode itu, total penjualan mobil secara nasional mencapai 282.596 unit.

Toyota menyumbang penjualan terbanyak yakni 107.611 unit, disusul oleh Daihatsu 49.730 unit, Isuzu 3.594 unit dan Peugeot delapan unit.

Prestasi penjualan yang spektakuler ditunjukkan oleh segmen mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) yakni sebanyak 51.839 unit atau menguasai pasar (market share) sebesar 81%. Di periode itu, total penjualan LCGC secara nasional sebanyak 64.220 unit.

Penjualan mobil Astra periode Januari-Maret 2017

Merek

Penjualan (unit)

Toyota

107.611

Daihatsu

49.730

Isuzu

3.594

Peugeot

8

LCGC

51.839

Total domestik nasional

282.596

Total LCGC nasional

64.220

sumber: ASII&Gaikindo, diolah

Di sepanjang tahun lalu, market share produk mobil Astra grup mencapai 55,6% dari total penjualan nasional sebanyak 1,06 juta unit.

Di sektor otomotif, Astra memiliki beberapa perusahaan otomotif yakni PT Toyota Astra Motor (mobil Toyota dan Lexus), PT Astra Daihatsu Motor (mobil Daihatsu), PT.Isuzu Astra Motor Indonesia (mobil Isuzu), PT Tjahja sakti Motor (BMW dan Peugeot), PT.Astra Nissan Diesel Indonesia (truk Nissan diesel), UD Trucks, PT.Astra Honda Motor (sepeda motor Honda).



Kemudian, PT Toyota Auto2000 (dealer mobil Toyota), PT.Astra Otoparts Tbk (industri pembuat komponen/sukucadang), PT.Tunas Mobilindo Perkasa (Daihatsu), PT.Serasi Autoraya (TRAC), PT Serasi Mitra Mobil (Mobil88).



Sektor otomotif merupakan lini bisnis yang menjadi penopang utama kinerja Astra secara keseluruhan. Di tahun buku 2016, lini bisnis otomotif perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp9,2 triliun, sebagian besar ditopang oleh kesuksesan peluncuran mobil model baru.

Lini otomotif menjadi penyumbang terbesar terhadap laba bersih perseroan dengan kontribusi laba sebesar Rp9,2 Triliun atau 60,5%.

Pada kesempatan syukuran HUT ke-60 ASII pada 24 Februari lalu, Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto mengatakan perseroan akan terus mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri otomotif nasional.

"Dalam kesempatan ini kami menegaskan, Astra tidak akan pernah meninggalkan sektor otomotif sebagai bisnis inti dan penopang utama kinerja perusahaan dari awal berdirinya perusahaan hingga saat ini berusia 60 tahun," katanya.

Prijono mengemukakan sektor otomotif masih menjadi penopang utama kinerja perseroan dengan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan sekitar 50%, disusul oleh sektor jasa keuangan sekitar 15%, alat berat, pertambangan dan energi 15%, agribisnis 10%, dan sektor lainnya 5%.

"Pada masa mendatang kami akan terus berkarya dan melakukan inovasi dalam memajukan industri otomotif nasional yang berarti ikut memajukan perekonomian nasional dengan terciptanya lapangan kerja, setoran pajak dan devisa ekspor," ujarnya.

Tag : astra, pt astra international tbk
Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top