LAKSANA BUS: Mengenal 5 Jenis Besi Material Karoseri

Salah satunya adalah peralatan Salt Spray Test (SST) untuk mengetahui ketahanan karat dari suatu material secara terukur dan empiris. Laksana Bus juga menunjukkan jenis-jenis besi yang digunakan untuk material karoseri.
Fatkhul Maskur | 19 September 2017 08:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Laksana Bus, perusahaan karosori yang memiliki fasilitas produksi di Ungaran, Semarang, Selasa (12/9/2017) merayakan ulang tahun ke-40 tahun. Pada kesempatan tersebut, perusahaan menunjukkan teknologi terbarunya kepada para pelanggan dan wartawan.

Salah satunya adalah peralatan Salt Spray Test (SST) untuk mengetahui ketahanan karat dari suatu material secara terukur dan empiris. Laksana Bus juga menunjukkan jenis-jenis besi yang digunakan untuk material karoseri.

Sejak 2013, melalui SST Chamber ini, Laksana telah melaksanakan puluhan evaluasi terhadap berbagai jenis material lapisan (coating). Hasil dari evaluasi dan tes ini digunakan untuk menentukan material dan jenis coating yang paling tepat untuk berbagai jenis part pada bus Laksana.

Laksana Bus menggunakan material antikarat secara cost effective untuk memastikan umur yang panjang. Laksana sangat mempehatikan ketahanan produknya terhadap karat. Untuk itu Laksana telah mengaplikasikan berbagai jenis material dengan berbagai jensi lapisan antikarat pada bus-bus yang diproduksi.

Untuk meningkatkan ketahanan karat dan pada saat uyang bersamaan tetap cost effective, Laksana menggunakan komponen dengan lapisan antikarat yang paling kuat pada area yang sangat terpapar dengan kondisi cuaca dan lingkungan luar dan tetap menggunakan komponen antikarat grade rendah untuk kondisi sebaliknya.

1. Pipa dan pelat besi hitam (tanpa coating)

Pipa dan pelat besi yang tidak memiliki lapisan pelindung karat sama sekali. Karat akan sangat mudah terbentuk pada sisi luar dan dalam pipa. Laksana tidak menggunakan sama sekali pipa hitam ini.

2. Pipa dan pelat besi + cat primer

Sebagian besar karoseri di Indonesia masih menggunakan pipa dan pelat yang menggunakan lapisan antikarat hanya menggunakan cat primer. Kelemahan menggunakan pipa jenis ini adalah ketahanannya terhadap karat yang sangat lemah, terutama pada bagian dalam pipa di mana tidak terdapat lapisan antikarat sama sekali.

Laksana menggunakan pipa jenis ini untuk area yang tidak terpapar cuaca dan lingkungan luar sama sekali (contoh pada bagian atap). Sedangkan untuk pelat sudah tidak lagi digunakan sama sekali. Ketahanan pipa atau pelat hitam di dalam STT hanyalah 0 jam.

3. Pipa dan pelat besi galvanealed

Pipa dan pelat besi yang telah digunakan melalui proses galvanealed ini akan mendapatkan lapisan zinc setebal 1,8-2,6 mikron. Dengan ketebalan ini, pelat atau pipa galvanealed dapat bertahan di dalam SST selama lebih dari 50 jam.

4. Pipa dan pelat besi electroplating

Pipa dan pelat besi yang telah melalui proses electroplating ini akan mendapat lapisan zinc setebal 20-26 mikron. Dengan ketebalan ini pelat atau pipa + electroplating zinc dapat bertahan dari dalam SST selama lebih dari 500 jam.

Laksana menggunakan pipa dan pelat besi ini pada bagian yang terpapar cuaca dan lingkungan luar.

5. Pipa dan besi pelat hot dip galvanealed

Pipa dan besin yang telah melalui proses hot dip galvanealed akan memiliki lapisan zinc dengan ketebalan 80-140 micron. Dengan ketebalan ini hot dip galvanealed pelat atau pipa dapat bertahan dalam SST selama lebih dari 3.000 jam.

Laksana menggunakan pipa dan pelat besi jenis ini pada bagian yang sangat terpapar cuaca dan merupakan part atau komponen yang kritikal atau penting terhadap integritas struktur bus.

Tag : perusahaan karoseri, Karoseri Laksana
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top