Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kebijakan Trump Bikin Pabrikan EV China Beralih ke Indonesia

Kebijakan Donald Trump membuat pabrikan EV China beralih ke Indonesia
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Al Drago
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Al Drago

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan proteksionisme Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif impor tinggi untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China berpotensi menguntungkan Indonesia.

Direktur Riset Ekonomi Makro, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto mengatakan, potensi berlanjutnya ketegangan AS-China menambah risiko pengalihan pasar produk-produk China ke negara-negara potensial selain AS, termasuk Indonesia.

"Kebijakan Trump periode kedua dalam penerapan tarif impor ke China mencapai 60%, mendorong relokasi industri kendaraan listrik China ke negara dengan tarif lebih rendah, seperti Indonesia," ujar Akbar di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Lebih lanjut dia mengatakan, pada 2024, defisit perdagangan AS-China mencapai US$381 miliar. Di era Trump periode kedua, AS menerapkan kebijakan proteksionis dengan menaikkan tarif impor untuk melindungi industri domestik, meski berisiko memperburuk ketegangan perdagangan global.

Adapun, CORE Indonesia mencatat, ekspor kendaraan listrik China melonjak naik 1.661% dalam periode 2018-2023 dan mencapai 2,5 juta unit pada 2024. Sementara itu, pangsa pasar mobil listrik MPV dan SUV China di AS sebesar 13% pada 2023.

Alhasil, menurutnya dengan kebijakan Trump tersebut, para pabrikan China melihat Indonesia sebagai peluang, terlebih dengan tarif yang lebih rendah dan potensi pasar yang cukup besar.

Sebagai informasi, beberapa pabrikan EV China yang masuk pasar Indonesia di antaranya yakni BYD, Aion Chery, Geely, Jaecoo, Neta, hingga XPeng.

Adapun pada tahun ini, BYD sedang menjalankan realisasi pembangunan fasilitas pabrik yang akan selesai pada akhir 2025. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 150.000 unit mobil listrik per tahun yang berlokasi di Subang Smartpolitan, Jawa Barat. 

Selain itu, merek asal China lainnya yakni Aion juga telah memiliki pabrik di Cikampek, Jawa Barat yang mampu memproduksi sekitar 50.000 mobil listrik per tahun.

Kendati demikian, pasar mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) global akan terdampak oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakhiri mandat kendaraan listrik, yaitu aturan untuk meningkatkan adaptasi kendaraan elektrifikasi yang diinisiasi Mantan Presiden AS Joe Biden.

Menurut Trump, mandat kendaraan listrik tidak mendukung industri otomotif AS yang memproduksi kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) atau internal combustion engine (ICE). Selain itu, Trump juga akan mendorong produksi serta penggunaan minyak dan gas. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper