Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng Charoen Pokphand, Kongsi Wuling Bangun Pabrik Baterai di Thailand

Investasi tahap awal pabrik baterai milik SAIC dan Charoen Pokphand mencapai Rp218,9 miliar.
Perakitan baterai untuk mobil listrik/ Bloomberg
Perakitan baterai untuk mobil listrik/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA- SAIC Motor yang merupakan salah satu kongsi Wuling Motors dalam SGMW membangun komplek pabrik baterai kendaraan di Thailand.

Dikutip dari Nikkei Asia,  SAIC Motor yang berbasis di Shanghai telah membangun sebuah komplek industri di Thailand  yang akan focus membuat baterai untuk kendaraan listrik akhir tahun ini.

Bersama dengan Charoen Pokphand Group, SAIC membangun perusahaan patungan yang akan merealisasikan produksi baterai kendaraan tersebut. Keduanya akan mendirikan pabrik di Provinsi Chonburi, Thailand bagian timur.

Tercatat, nilai investasi awal sekitar 500 juta baht ($14,9 juta), atau setara Rp218,9 miliar. Pabrik tersebut akan menempati lahan seluas 120.000 meter persegi, yang konstruksinya dimulai pada akhir April.

SAIC akan menjadikan komplek pabrik itu untuk lini produksi baterai lithium-ion dan komponen EV lainnya. Tidak hanya baterai, komplek industry itupun akan membuat suku cadang untuk plug-in hybrid dan kendaraan sel bahan bakar juga.

Beberapa operasi dijadwalkan akan dimulai paling cepat Oktober, dengan konstruksi keseluruhan dijadwalkan selesai pada 2025. Selain SAIC, beberapa perusahaan dilaporkan telah menyatakan minatnya untuk mendirikan pabrik serupa.

SAIC memiliki pabrik perakitan di Thailand yang memproduksi kendaraan bensin dan hibrida. Pembuat mobil Cina menjual kendaraan di bawah merek MG.

Sejauh ini, SAIC mengekspor kendaraan listrik dari China ke Thailand. Di tengah populasi yang semakin berkembang,  pembuat mobil tersebut pada akhirnya berencana untuk merakit EV di negara Asia Tenggara itu.

Pangsa SAIC di pasar mobil Thailand secara keseluruhan berkisar sekitar 3 persen tahun lalu, tetapi perusahaan tersebut menguasai sekitar 30 persen pasar kendaraan listrik.

Pembuat mobil Jepang masih mendominasi pasar Thailand dengan pangsa gabungan melebihi 80 persen, tetapi saingan China ingin merebut pangsa dengan memproduksi EV secara lokal.

BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka China, sedang membangun pabrik perakitan di Provinsi Rayong timur yang akan beroperasi tahun depan. Great Wall Motor dan Changan Automobile juga berencana merakit kendaraan di Thailand.

Thailand, produsen mobil terbesar di Asia Tenggara, menargetkan EV mencapai 30 persen dari semua kendaraan baru yang diproduksi di dalam negeri pada 2030. Pemerintah menawarkan insentif kepada pembuat mobil untuk memacu penjualan EV.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Kahfi
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper