Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hasil Investigasi Kecelakaan Tesla Terungkap! Penyebabnya Bukan Autopilot

CEO Tesla Elon Musk membantah klaim pihak kepolisian dengan mengatakan bahwa kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh fitur autopilot.
Founder Tesla Elon Musk/ Bloomberg
Founder Tesla Elon Musk/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board/NTSB) telah menyelesaikan penyelidikannya atas kecelakaan mobil listrik Tesla yang menewaskan dua orang di Texas pada 2021 lalu. Kedua korban tewas teridentifikasi bernama Dr. William Varner dan Everette Talbot.

Kronologi kecelakaan tersebut terjadi pada 17 April 2021 sekitar pukul 21.07 waktu setempat, sebuah mobil listrik Tesla Model S 2019 sedang melaju kencang di perumahan Spring, Harris County, Texas kemudian menabrak pohon dan terbakar. Padahal, mobil tersebut hanya melaju sekitar 167 meter dari titik awal sebelum akhirnya kecelakaan.

Kondisi mobil yang rusak parah akibat terbakar membuat pemadam kebakaran membutuhkan waktu hampir 4 jam untuk memadamkan api. Proses investigasi pun berjalan cukup lama. Pada awalnya, pihak kepolisian menduga bahwa penyebab kecelakaan adalah fitur autopilot, setelah melihat tidak ada orang di belakang kemudi karena posisi mayat di kursi penumpang dan kursi belakang.

Asumsi tersebut menyebabkan CEO Tesla Elon Musk membantah klaim pihak kepolisian dengan mengatakan bahwa kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh fitur autopilot.

Kendati demikian, berdasarkan laporan terbaru NTSB yang dirilis Rabu, (8/2/2023), ternyata penyebab kecelakaan tersebut bukanlah fitur autopilot, melainkan pengemudi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan di bawah pengaruh alkohol.

"Kami menentukan bahwa kemungkinan penyebab kecelakaan kendaraan listrik di Spring, Texas adalah kecepatan pengemudi yang berlebihan dan kegagalan untuk mengendalikan mobilnya, karena gangguan dari keracunan alkohol dalam kombinasi dengan efek dari dua antihistamin penenang," tulis laporan NTSB.

NTSB telah mengadvokasi teknologi kendaraan, termasuk sistem deteksi gangguan alkohol yang terintegrasi dengan kendaraan pasif, sistem pemantauan pengemudi canggih, dan adaptasi kecepatan cerdas untuk membantu mengurangi tabrakan yang disebabkan oleh gangguan alkohol dan kecepatan berlebihan.

"Dalam kecelakaan ini, dan seperti yang sebelumnya telah dicatat oleh NTSB dalam banyak kecelakaan sebelumnya, gangguan alkohol dan kecepatan yang berlebihan merupakan faktor penyebab yang signifikan," sambungnya.

Terkait dengan kondisi kebakaran Tesla yang sulit dipadamkan, NTSB telah merekomendasikan kepada produsen kendaraan listrik yang dilengkapi dengan baterai lithium-ion tegangan tinggi agar mereka memberikan informasi tentang cara memadamkan kebakaran kendaraan listrik dalam panduan tanggap darurat mereka dalam format standar, dan juga menyediakan informasi khusus kendaraan.

Sebagai informasi, berdasarkan data Tesladeaths.com per Jumat, (10/2/2023), setidaknya telah telah terjadi sebanyak 356 kecelakaan yang melibatkan mobil listrik Tesla. Sebanyak 19 di antaranya merupakan kasus kematian yang disebabkan oleh fitur autopilot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper