Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Subsidi Mobil Listrik Belum Juga Diketok, Penjualan Zenix Hybrid Masih Moncer

Innova Zenix Hybrid masih mengalami inden tiga hingga empat bulan.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  18:16 WIB
Subsidi Mobil Listrik Belum Juga Diketok, Penjualan Zenix Hybrid Masih Moncer
Pengunjung melihat mobil Kijang Inova Zenix di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/12 - 2022). Dok. JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dealer mobil Toyota terbesar di Indonesia Auto2000 menyampaikan lambatnya realisasi insentif masih belum mempengaruhi pembelian Kijang Innova Zenix varian Hybrid.

Regional General Manager Auto2000 DKI Gondo Handoko memastikan saat ini permintaan mobil hybrid andalan Toyota itu masih tinggi meski dibayangi kecenderungan konsumen menahan pembelian hingga realisasi kebijakan subsidi mobil listrik.

"Iya, [permintaan Innova Zenix Hybrid] masih positif trennya," katanya kepada Bisnis, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut, dia menambahkan untuk saat ini inden mobil penguasa segmen hybrid tahun lalu itu paling panjang 3 sampai 4 bulan, sedangkan varian bensin hanya 1 bulan.

Gondo mengharapkan kebijakan 'pemanis' untuk pembelian kendaraan listrik dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan mobil yang ramah terhadap lingkungan.

"Terkait dengan penjualan mobil elektrifikasi khususnya di Auto2000 untuk Toyota Innova Zenix Hybrid, kami masih terus memantau marketnya," tambah Gondo.

Adapun, peminat Innova Zenix saat tutup buku tahun lalu di Auto2000 sudah berada di kisaran 4.600-an unit yang didominasi oleh varian hybrid 79 persen dari jumlah tersebut.

"Peminat dari Zenix Hybrid masih terbilang tinggi, di mana total SPK mencapai 4.600-an unit. Angka tersebut berkontribusi sekitar 79 persen dari total penjualan Zenix," terangnya.

Sebagai informasi, mobil hybrid Toyota ini berhasil mengguncangkan segmen hybrid dengan menjadi mobil terlaris sepanjang 2022 meski baru diluncurkan dua bulan.

Kijang Innova Zenix berhasil membukukan penjualan 2.519 unit hanya dalam kurun waktu dua bulan. Diikuti kedua oleh Corolla Cross yang menorehkan penjualan 1.000 unit, disusul Nissan Kick E Power sebanyak 467 unit sebagai hybrid terlaris ketiga.

Sejauh ini rencana subsidi pembelian kendaraan listrik masih juga belum diketok pemerintah. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan rencana pemberian subsidi dengan perhitungan Rp80 juta untuk BEV, Rp40 juta bagi HEV, dan Rp8 juta untuk motor listrik.

Terbaru, Kementerian ESDM dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengungkapkan rumusan kebijakan terkait subsidi pembelian mobil dan motor listrik masih diproses. Mereka memastikan usulan program subsidi itu terus dilanjutkan.

Plt Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Pande Putu Oka Kusumawardani mengatakan informasi kendaraan listrik harus dikumpulkan terlebih dahulu di setiap divisi BKF agar tidak miss informasi.

"Kami cek dulu karena infonya masih di beberapa tempat, nanti kalu disampaikan sekarang masih belum pas, nanti malah salah informasi ya," katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (24/1/2023).

Putu menambahkan BKF tidak bisa mengumumkan secara gamblang kelanjutan dari insentif kendaraan listrik. Sebab, masih banyak hal yang harus diproses lebih lanjut dari beberapa divisinya.

"Itu banyak yang masih harus diproses lebih lanjut, nanti kami cek dulu ya karena beberapa bagian ditangani oleh beberapa unit lain, jadi tidak hanya terkait dengan satu jenis perpajakan misalnya, tapi ada beberapa bagian yang ditangani beberapa unit nanti kami coba cek dulu ya progres terakhirnya," jelasnya.

 Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif mengatakan insentif ini masih dalam proses. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail mengenai perkembangan maupun kisaran subsidi dari kebijakan itu.

"Iya, in progress," singkatnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top