Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tak Ada Diesel, Penjualan Innova Zenix Tetap Moncer

Pembaruan Kijang Innova yang kini dikenal sebagai All New Kijang Innova Zenix menanggalkan varian mesin diesel, diganti hybrid dan bensin.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 21 Desember 2022  |  09:43 WIB
Tak Ada Diesel, Penjualan Innova Zenix Tetap Moncer
Toyota All New Kijang Innova Zenix - TAM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Belum genap sebulan pasca peluncuran, All New Kijang Innova Zenix telah mengemas angka penjualan 7.200 unit. Mayoritas masih memburu varian hybrid, sedangkan varian bensin belum menemukan momentum pertumbuhan terbaiknya.

Dari catatan Toyota Astra Motor, sekitar 70-80 persen penjualan Innova Zenix berasal dari varian hybrid. Innova Zenix yang baru meluncur pada akhir November ini telah menanggalkan varian mesin diesel sebagaimana terdapat pada generasi sebelumnya.

Bermodal dua varian mesin, Toyota Astra Motor (TAM) optimistis penjualan Zenix tetap bisa maksimal meskipun tanpa kehadiran varian diesel.

“Sedangkan penjualan hybrid yang begitu tinggi dibandingkan varian bensin, merupakan tren wajar. Selama ini suatu produk baru, pasti di awal ditopang penjualan varian tertinggi lebih dulu, inipun berlaku terhadap Innova Zenix,” ungkap Anton Jimmi Suwanti, Direktur Pemasaran TAM di sela uji berkendara All New Kijang Innova Zenix pada Senin (19/12/2022).

Menariknya, kata Anton, sejauh ini testimoni dari pecinta Kijang Innova yang rela menanggalkan varian diesel dan beralih ke Zenix, sama-sama memiliki tingkat efisiensi optimal. “Dua hari lalu saya ke surabaya. Dan Surabaya kita tahu kota atau wilayahnya diesel, di situ pun banyak orang yang siap untuk mengganti dieselnya ke hybrid atau bensin,” katanya.

Sebagian besar konsumen itupun menjajal Innova Zenix. Dari berbagai testimoni konsumen di daerah itu, TAM mencatat rata-rata konsumsi BBM untuk Innova Zenix varian mesin bensin menembus 1 liter untuk jarak tempuh 15 kilometer (1:15).

Di sisi lain, untuk varian hybrid sendiri sepanjang uji berkendara yang dilakukan pada 19-20 Desember kemarin, tercatat salah satu efisiensi tertinggi mencapai 1 liter untuk 28 kilomter (1:28), dengan kadar emisi 80 gram per kilometer.

Secara rinci, penjualan Innova Zenix yang ditopang model hybrid berasal dari varian Q sebagai kontributor terbesar, disusul kemduian varian V. “Di sisi lain, dengan tingkat efisiensi BBM yang tinggi, kami juga optimistis penjulaan Innova Zenix bensin perlahan akan naik juga,” simpul Anton.

Lebih jauh, dia mencontohkan tren yang sama kerapkali muncul. Teranyar, sewaktu Veloz dan Avanza versi teraru meluncur.

“Pada saat itu Veloz yang inden panjang kemudian akhirnya sekarang sudah normal, Avanza yang mendominasi, atau Raize waktu itu yang TSS intinya sampai 7-8 bulan sekarang sudah normal dan sekarang yang paling banyak itu tipe yang tengah,” ungkap Anton.

Meski demikian, TAM menikmati animo masyarakat yang kuat terhadap mobil hybrid. Sejauh ini, jelas Anton, untuk Innova Zenix yang menyasar segmen atas sewajarnya mendapatkan antusiasme yang tinggi.

“Karena konsumennya pasti mencari fitur-fitur yang paling lengkap kemudian yang kedua karena era karbon netral, lalu BBM naik. Mereka sangat memperhatikan bagaimana efisiensi itu juga sangat penting,” tutup Anton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Innova Zenix toyota Toyota Astra Motor toyota motor manufacturing indonesia mobil hybrid
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top