Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Toyota Buka-bukaan Soal Peluang Mobil Hidrogen di Indonnesia

Mobil hidrogen menggunakan teknologi yang lebih fleksibel dibandingkan BEV, meski sama-sama rendah emisi. Toyota Mirai salah satu produk global tersebut.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 16 Januari 2023  |  15:39 WIB
Toyota Buka-bukaan Soal Peluang Mobil Hidrogen di Indonnesia
Toyota Mirai. - Toyota
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan peluang kendaraan hidrogen atau Full Cell Electric Vehicle (FCEV) sangat mungkin diadopsi di Indonesia. Namun, masih membutuhkan berbagai dukungan terkait ekosistem.

Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmi Suwandy menyebutkan semua teknologi pada kendaraan memiliki tantangannya masing-masing, termasuk kendaraan hidrogen. Terlebih, untuk memboyong FCEV ke Tanah Air tidak bisa hanya mengandalkan dari satu pihak atau dari pelaku bisnisnya saja.

“Jadi juga harus melihat kesiapan tidak hanya dari maker pelaku bisnis otomotif tetapi juga kesiapan ekosistem mobilitasnya, apakah itu ekosistem charging-nya ataukah ekosistem after sales dan banyak hal ya, termasuk kesiapan konsumen juga, pendek nya semua harus siap berbarengan ya untuk bisa efektif berjalan sebuah adopsi teknologi, termasuk benefit buat pengguna,” tutur Anton saat dihubungi Bisnis, Senin (16/1/2023).

Kemudian, meskipun kendaraan hidrogen memiliki material bahan bakar yang luar biasa banyak dan bisa diperbaharui, Anton menjelaskan untuk memboyong FCEV ini ke Indonesia harus dilihat dari kesiapan ekosistem yang baik dan merata.

“Masing masing teknologi punya keuntungan sendiri sendiri ya, BEV mungkin paling ramah lingkungan tapi teknologi lain seperti hybrid tentu paling praktikal karena masih bisa menggunakan bahan bakar yang sudah tersedia, lalu nanti FCEV juga mungkin material bahan bakarnya banyak, tapi ekosistem nya harus siap dulu dan merata,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa yang jadi utama itu dari segala teknologi untuk kendaraan bermotor adalah mendukung mobilitas orang-orang untuk bergerak. Artinya, konsumen yang membeli kendaraan harus mendapatkan hak-haknya mulai dari layanan purna jual dan faktor pendukung lainnya.

“Pada dasarnya kalau kita melihat peluang, maka rasanya mau teknologi apapun sangat memungkinkan untuk dikenalkan dan di adopsi di Indonesia, apalagi kami di Toyota secara global semua teknologi elektrifikasi sudah ada ya, baik Hybrid EV, Plug-In Hybrid EV, BEV bahkan FCEV, jadi sangat mungkin kok untuk dikenalkan di Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Toyota Global atau Toyota Motor Corp dengan sedan hidrogen miliknya, yakni Toyota Mirai dengan menempati urutan kedua dunia sebagai FCEV terlaris. Penjualan Mirai periode Januari-November 2022 tercatat sebanyak 3.238 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top