Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bukan Insentif, Uganda Bagi-Bagi Motor Listrik dengan Skema Ini

Presiden Uganda Yoweri Kaguta Museveni mengumumkan akan membagi sepeda motor listrik gratis melalui skema pertukaran barang.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 12 Januari 2023  |  03:17 WIB
Bukan Insentif, Uganda Bagi-Bagi Motor Listrik dengan Skema Ini
Ilustrasi Konvoi kendaraan listrik yang dilakukan PLN untuk menyosialisasikan penggunaan kendaraan listrik. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Uganda Yoweri Kaguta Museveni mengumumkan akan membagi sepeda motor listrik gratis melalui skema pertukaran barang.

Setelah pemerintah Uganda menandatangani perjanjian dengan investor untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik. Negara tersebut akan membagikan motor listrik kepada pengguna sepeda motor dan Boda-Boda (ojek) melalui skema pertukaran motor ICE yang dimiliki warganya.

"Kami telah sepakat dengan beberapa investor untuk mengambil yang bensin dan memberikan yang listrik kepada pemilik. Pertukaran ini akan menghemat biaya operator sepeda motor 50 persen," kata Museveni dikutip nilepost.co.ug, Rabu (11/1/2022).

Presiden juga menambahkan, para investor akan diberikan lisensi dan diizinkan untuk mengoperasikan stasiun pengisian, sehingga membantu untuk mengembalikan investasi mereka.

Museveni menambahkan, kesepakatan dengan investor telah tercapai dan semua pengendara, termasuk 100.000 lebih pengendara Boda-Boda di kawasan itu ditujukan untuk mendorong pariwisata di Uganda.

Pertukaran ini juga diklaim dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan hingga 60 persen, kelebihan lainnya dari skema ini adalah bahwa pemilik baru sepeda tidak akan benar-benar memiliki mesin yang lengkap. Bagian paling mahal motor listrik yaitu Bateraiakan tetap menjadi milik Bodawerk International Limited dan Zembo, yang merupakan dua investor di balik skema tersebut.

Pemilik baru sepeda akan menyewa baterai untuk sepeda, artinya setelah masa pakainya selesai, mereka dapat mengembalikannya, di tempat yang dapat didaur ulang, dan menggantinya dengan baterai baru.

Sepeda motor ini juga merupakan model produksi dalam negeri yang dirancang untuk perkotaan terutama dengan pengisian daya dapat menempuh jarak 70 km yang dibanderol seharga USD 1.338 atau setara dengan Rp20,7 juta

"Karena dibuat di sini, kami menjaga langkah-langkah keamanan dan keadaan setempat. Misalnya, jika dicuri, itu akan melapor kepada kami, dan kami akan dapat mematikannya. Jika Anda mencoba melepas suku cadang, itu akan melapor. Ini akan meningkatkan keamanan sepeda motor,” ungkap Menteri Sains dan Teknologi Monica Mussero.

Adapun, pemerintah Uganda juga berencana untuk mengubah seluruh sistem transportasi dari bensin menjadi listrik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sepeda Motor Listrik
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top