Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kalah Produksi, Toyota Optimistis Indonesia Bisa Lampaui Thailand

Toyota Indonesia menilai peluang bagi Indonesia mengalahkan Thailand sebagai hub produksi mobil di Asean terbuka lebar.
Ilustrasi Produksi Mobil/Istimewa
Ilustrasi Produksi Mobil/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menyampaikan produksi Thailand lebih besar dari Indonesia itu merupakan hal yang wajar. Sebab, negeri ‘Gajah Putih’ tersebut mempunyai kapasitas produksi lebih besar dibanding Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Head of Media Relation PT TAM Dimas Aska mengatakan bahwa wajar jika Thailand memimpin produksi mobil di Asean. Namun, jika bicara pasar otomotif, Indonesia yang unggul dari Thailand.

“Kalau kita bicara soal produksi, memang Thailand mempunyai kapasitas lebih besar daripada Indonesia. Jadi, sangat wajar kalau produksinya lebih besar dari Indonesia. Tapi, kalau pembahasannya soal market, ya rasanya kita masih jauh lebih besar dari Thailand ya,” ujar Dimas saat dihubungi Bisnis, Selasa (3/1/2022).

Kendati demikian, Indonesia juga mempunyai potensi untuk segera menyusul Thailand dalam produksi mobil dalam negeri. Pasalnya, jika melihat statistik Asean Automotive Federation (AAF) produksi Indonesia sudah berangsur membaik dan sudah melewati catatan produksi pra pandemi Covid-19.

Tercatat, pada 2019 produksi mobil Indonesia memperoleh angka 1.286.848 unit, sedangkan pembuatan mobil pada bulan ke-11 2022 telah mencatatkan 1.330.238 unit.

Secara terperinci, AAF mencatatkan produksi mobil di Asean sepanjang Januari hingga November 2022 dipimpin oleh Thailand dengan memproduksi mobil sebanyak 1.790.082 unit sepanjang Januari-November 2022.

Jumlah tersebut meningkat 16,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Tentunya, jumlah produksi sebanyak itu membuat Thailand semakin menjauh dari pesaing terdekatnya yakni Indonesia dengan selisih 459.844 unit.

Sementara itu, pasar mobil di Indonesia pada Januari-November 2022 menempati posisi pertama dengan menorehkan penjualan sebanyak 942.499 unit. Sedangkan Thailand berhasil menjual 818.881 unit, jumlah selisih antara kedua negara hingga November 2022 hanya mencapai 123.618 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper