Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Simpang Siur Kebijakan Subsidi Motor Listrik, Ini Penjelasannya

Pemerintah masih belum memutuskan untuk alokasi subsidi pada biaya konversi motor listrik atau baterainya.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  14:28 WIB
Simpang Siur Kebijakan Subsidi Motor Listrik, Ini Penjelasannya
Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi (Kiri) President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di acara peresmian tampilan baru Grab Electric, Jakarta, Selasa (12/7/2022) - Bisnis/Dany Saputra.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan rencana pemberian subsidi motor listrik, terutama hasil konversi akan menyasar pengadaan baterai. Jumlah subsidi per unit diperkirakan bisa mencapai Rp7,5 juta.

Pernyataan itu disampaikan langsung Menteri Arifin Tasrif kepada para wartawan. Persoalannya, hingga kini, payung kebijakan pemberian subsidi dan skema pemberian subsidi itupun masih gamang. 

Hingga kini, besaran subsidi dan volume motor listrik yang mendapatkan subsidi masih belum terkonfirmasi secara resmi. Sebelumnya, pemerintah melontarkan siap mengejar target volume motor listrik pada 2023 sebesar 1,2 juta unit.

Di lain sisi, sasaran itu bukan merupakan target tertulis. Adapun target tertulis terkait pengembangan kendaraan listrik baik roda dua, roda tiga, dan roda empat atau lebih termuat dalam Permenperin No.6/2022 tentang Spesifikasi, TKDN, dan Peta Jalan Pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Pada beleid itu, target sesungguhnya untuk segmen roda dua meliputi volume produksi. Pada 2025, pemerintah menargetkan produksi roda dua dan tiga berbasis litrik mencapai 6 juta unit. Hingga kini, total volume pasar dan produksi motor listrik masih jauh panggang dari api, hal inilah yang memicu pemerintah membuat terobosan terkait subsidi motor listrik di luar peta jalan.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan, saat ini pemerintah masih belum memutuskan untuk alokasi subsidi pada biaya konversi motor listrik atau baterainya.

Adapun, terkait mekanisme pemberian subsidi dan sumber anggarannya. Dadan mengatakan, saat ini masih dalam pembahasan bersama kementerian terkait.

"Iya belum [subsidi konversi atau baterai], termasuk mekanismenya juga masih dalam pembahasan ya," ujar Dadan saat dihubungi Bisnis, Selasa (6/12/2022).

Kendati demikian, Dadan juga menyampaikan untuk regulasi subsidi konversi motor listrik ini sudah siap dikeluarkan dan tinggal menunggu keputusan mengenai biaya insentif nya saja.

"Kalau secara regulasi sudah siap, yang sedang dibahas adalah insentif kepada pemilik motor yg akan konversi, sehingga akan lebih meringankan biaya konversinya," terangnya.

Di sisi lain, seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pemerintah akan mengucurkan subsidi untuk pembelian kendaraan listrik pada tahun depan.

Luhut mengatakan, pemerintah tengah menggodok besaran subsidi yang akan diberikan kepada masyarakat untuk pembelian kendaraan bertenaga listrik. Menurutnya, besaran subsidi yang akan dikucurkan berkisar kurang lebih Rp6 juta khusus untuk subsidi pembelian sepeda motor listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sepeda Motor Listrik listrik Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik subsidi listrik Luhut Pandjaitan
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top