Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perluas Ekosistem Sepeda Motor Listrik, Kemenperin Godok Regulasi Standardisasi Baterai

Aturan standardisasi itu diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 November 2022  |  14:28 WIB
Perluas Ekosistem Sepeda Motor Listrik, Kemenperin Godok Regulasi Standardisasi Baterai
Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi (Kiri) President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di acara peresmian tampilan baru Grab Electric, Jakarta, Selasa (12/7/2022) - Bisnis/Dany Saputra.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menggodok aturan standardisasi baterai motor listrik untuk mengatasi persoalan isi ulang daya antar pabrikan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier mengatakan aturan standardisasi itu diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

“Standardisasi lagi digodok karena kita selain populasi, standar itu juga sama untuk swap baterai,” kata Taufiek saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Nantinya, Taufiek memastikan seluruh fasilitas swap baterai motor listrik akan terstandar atau sama di setiap stasiun pengisian ulang. Dengan demikian, penggunaan motor listrik dapat lebih efisien di tengah masyarakat.

“Insyaalah semua sama untuk swap motor listrik,” tuturnya.

Sebelumnya, pabrikan otomotif Jepang, Honda mengumumkan telah menandatangani letter of intent dengan KTM, Piaggio, dan Yamaha Motor dalam rangka mendirikan konsorsium baterai untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan.

Tujuan konsorsium adalah untuk menentukan spesifikasi teknis standardisasi dari sistem baterai yang dapat ditukar untuk kendaraan yang termasuk dalam kategori-L, meliputi moped, sepeda motor, sepeda motor roda tiga, dan sepeda motor roda empat.

Melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan dan badan standardisasi nasional, Eropa, dan internasional, para anggota pendiri konsorsium akan terlibat dalam pembuatan standar teknis internasional.

Anggota pendiri konsorsium yakin hal itu akan mendorong penggunaan kendaraan listrik ringan secara luas dan berkontribusi pada manajemen siklus hidup yang lebih berkelanjutan.

"Mempertimbangkan kenyamanan pelanggan, standarisasi baterai yang dapat ditukar dan adopsi sistem baterai yang luas sangat penting, itulah sebabnya empat produsen anggota setuju untuk membentuk konsorsium," kata Pengelola Pengoperasian Sepeda Motor Honda Motor Noriaki Abe, mengutip situs resmi Honda, Selasa (2/3/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin Baterai Mobil Listrik Pabrik Baterai baterai lithium baterai Baterai Lithium-Ion
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top