Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Begini Proyeksi Toyota Soal Penjualan Mobil di Indonesia Tahun Depan

Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing Co. Ltd memprediksi penjualan mobil pada 2023 di Indonesia bisa mencapai 970.000 unit.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 01 November 2022  |  14:53 WIB
Begini Proyeksi Toyota Soal Penjualan Mobil di Indonesia Tahun Depan
Suasana Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/3/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing Co. Ltd (TDEM) memprediksi penjualan mobil di Indonesia pada 2023 masih belum bisa menembus angka 1 juta unit.

Project General Manager TDEM Indra Chandra Setiawan memproyeksikan penjualan mobil tahun depan di Indonesia bisa mencapai 970.000 unit. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan target penjualan Gaikindo pada 2022, yaitu 960.000 unit.

“Proyeksi ke depan optimistis but cases, kami prediksi pada tahun ini 956.160 dan tahun depan kami masih optimistis sekitar 970.000,” ujar Indra kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Indra menambahkan, angka proyeksi tersebut bisa terealisasi dengan catatan tidak adanya inflasi ekonomi dan terdapat kredit yang cukup likuid.

“Kami ada catatan di sana [2023] tidak ada inflasi ekonomi, penyaluran kredit yang cukup likuid, dan juga ada late impact dari kenaikkan harga BBM,” terang Indra.

Lebih lanjut, Indra optimistis pada 2024, penjualan mobil Indonesia bisa menembus angka 1 juta unit atau sama seperti tahun penjualan sebelum pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 telah melemahkan industri otomotif di Indonesia. Menurut catatan Gaikindo, kondisi ini berdampak pada penjualan wholesales 2020 yang hanya mencapai 530.000 unit atau setengahnya dari penjualan tahun sebelumnya akibat mobilitas dari industri otomotif yang sangat terbatas.

Kemudian, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menstimulasi industri otomotif dengan memberikan insentif PPnBM pada Maret 2021 dan menghasilkan peningkatan pada penjualan 60 persen dari tahun sebelumnya. 

“Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan PPnBM yang ditanggung oleh pemerintah, dikeluarkan di bulan Maret berlaku mulai 1 Maret dan itu langsung meningkat penjualannya kurang lebih 60 persen yang menjadikan industri otomotif mendekati kondisi normal,” ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif toyota mobil
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top