Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! Ini Alasan Harga Wuling Hongguang Mini EV Murah

Harga Wuling Hongguang Mini EV bisa dijual dengan harga murah karena Biaya perakitan sekitar Rp50 jutaan. Ini detailnya
Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  17:51 WIB
Terungkap! Ini Alasan Harga Wuling Hongguang Mini EV Murah
Wuling Hong Guan Mini EV. - Wuling
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Profesor asal Jepang, Masayoshi Yamamoto mengungkap alasan mengapa mobil listrik produksi China dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau di pasaran dibanding merek-merek lainnya.

Salah satunya yakni mobil listrik Wuling Hongguang Mini EV yang dijual di pasar domestik China seharga 28.800 yuan atau sekitar Rp62 jutaan. Karena penasaran, Yamamoto pun membongkar mobil listrik mungil tersebut untuk meneliti komponen yang disematkan.

Setelah membongkar seluruh komponen dari Wuling Hongguang Mini EV,  Profesor dari Universitas Nagoya, Jepang itupun menemukan 'trik rapi' yang dilakukan oleh SAIC-GM Wuling Automobile terhadap penggunaan suku cadang dengan biaya terjangkau.

Yamomoto menghitung satu-persatu harga komponen mobil listrik tersebut, dan ia mengklaim bahwa total biaya perakitannya senilai 480.000 yen atau sekitar Rp50 jutaan. Ongkos produksi Hongguang Mini EV selisih Rp12 juta dibanding harga jualnya di China.

"Mini EV kemungkinan akan mengalami lebih banyak masalah daripada banyak kendaraan listrik lainnya, yang sebagian besar dirancang untuk bertahan selama 20 tahun atau 200.000 km," ujar Yamamoto dikutip dari Nikkei Asia pada Senin, (3/10/2022).

Menurut Yamamoto, Wuling Hongguang Mini EV menggunakan komponen yang mudah ditemukan di toko-toko dengan harga yang murah. Akan tetapi, penekanan ongkos produksi menurutnya tidak akan berbanding lurus dengan kualitas mobil listrik yang dihasilkan.

Misalnya, Mini EV tidak memiliki sistem pengereman regeneratif, padahal sistem itu berfungsi untuk mengubah gaya rotasi roda saat mobil melambat menjadi listrik, kemudian mengembalikan daya ke baterai di dalam kendaraan. Sebab, biaya inverter yang mengubah arus searah menjadi arus bolak balik diturunkan menjadi sekitar $140 dari harga di pasaran sekitar $530.

Sistem pengereman regeneratif juga penting untuk memperpanjang jangkauan mobil listrik, tetapi tidak digunakan di Hongguang Mini EV. Akibatnya, mobil listrik dengan kapasitas baterai 13,9 kWh itu hanya mampu menempuh jarak 170 km, sedikit lebih pendek dibanding mobil listrik lain dengan kapasitas baterai setara.

"Kisarannya cukup jika mobil diisi daya di rumah dan hanya dikendarai di area terdekat saja," kata Yamamoto.

Meski demikian, mayoritas konsumen di China tetap membeli Wuling Hongguang Mini EV dengan alasan harga yang murah, serta mudah mencari komponennya di pasaran ketika terjadi kerusakan.

Sebagai informasi, Wuling Hongguang Mini EV yang dijual di China diklaim berbeda dengan Wuling Air EV yang dipasarkan di Indonesia. Salah satunya, Wuling Air EV dipastikan memiliki sistem pengereman regeneratif dan serangkaian fitur lainnya yang menunjang faktor keamanan.

Wuling Air EV pun mencatat kinerja penjualan positif sejak pertama kali melantai di GIIAS 2022. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Wuling Air EV tipe Standard Range tercatat sebanyak 173 unit, sedangkan Wuling Air EV tipe Long Range terjual sebanyak 648 unit pada Agustus 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

SAIC-GM Wuling Wuling Motors Wuling Air ev Mobil Listrik Tren Mobil Listrik
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top