Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Terbitkan Inpres Kendaraan Listrik untuk Operasional, Astra Honda Motor (AHM) Masih Pikir-Pikir

Meski menyambut baik Inpres No.7/2022 yang mewajibkan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas, AHM masih enggan memasarkan produk elektrik.
Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra - Bisnis.com 26 September 2022  |  21:57 WIB
Pemerintah Terbitkan Inpres Kendaraan Listrik untuk Operasional, Astra Honda Motor (AHM) Masih Pikir-Pikir
Presiden Director PT Astra Honda Motor (AHM) Toshiyuki Inuma menjajal PCX Electrik. - BISNIS.COM/ADT
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra Honda Motor (AHM) menyambut baik kebijakan pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.7/2022 yang mewajibkan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas di instansi pemerintah. Hanya saja, anak usaha Astra International Tbk. (ASII) itu masih belum berminat dalam waktu dekat memasarkan produk elektrik. 

Marketing Director PT AHM, Thomas Wijaya mengatakan, Inpres soal kendaraan listrik tersebut akan membawa dampak positif karena dapat menggairahkan pasar electric vehicle (EV) di Indonesia.

"Menurut kami kebijakan tersebut positif buat masyarakat dan konsumen kami. Inpres itu tentu membuat market EV juga bisa lebih tersedia," ujar Thomas kepada wartawan di acara peluncuran New Vario 125, Senin, (26/9/2022).

Lebih lanjut, dia mengatakan, AHM tetap mempertimbangkan dari segi faktor keamanan dan kenyamanan bagi konsumen ketika akan memproduksi motor listrik, serta tetap mematuhi aturan dari pemerintah.

"Kalau kami nanti meluncurkan produk EV tentu harus sesuai dengan aturan dari pemerintah, dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan," tandasnya.

AHM juga merespons positif terkait dengan regulasi konversi motor listrik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 65/2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Berbasis Baterai. Menurut Thomas, hal itu tidak akan mengganggu pasar motor listrik pabrikan.

"Kalau konversi motor listrik itu kan untuk memenuhi konsumen yang ingin punya motor listrik, itu sih tentunya akan membuat pasar lebih bergairah. Artinya, konsumen akhirnya punya banyak pilihan dari yang sekarang punya motor ICE dipindahkan ke EV, atau nanti menunggu motor-motor EV yang akan diluncurkan," tandas dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Honda Motor selaku prinsipal berencana akan meluncurkan setidaknya 10 model sepeda motor listrik secara global hingga 2025 mendatang. Hal itu sebagai bagian dari upaya Honda untuk mengurangi emisi karbon.

Adapun Honda menargetkan penjualan tahunan sepeda motor listrik menjadi 1 juta unit dalam lima tahun ke depan. Bahkan, Honda berencana menjual 3,5 juta unit sepeda motor listrik atau sekitar 15 persen dari total penjualan pada tahun 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top