Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Sepeda Motor Masih Tertekan Walau Penjualan Agustus Tumbuh Signifikan

Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor  domestik pada periode Agusuts mencatatkan kenaikan 11,6 persen (year on year/yoy), mencapai 470.065 unit.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 09 September 2022  |  16:43 WIB
Pasar Sepeda Motor Masih Tertekan Walau Penjualan Agustus Tumbuh Signifikan
Sepeda motor - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Penjualan sepeda motor pada Agustus tercatat naik 60, 8 persen (month to month/mtm) atau sebanyak 524.821 unit dibandingkan penjualan bulan sebelumnya sebanyak 326.457 unit.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor  domestik pada periode Agusuts mencatatkan kenaikan 11,6 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 470.065 unit. Dari sisi ekspor, kinerja itupun menunjukan pertumbuhan tipis. 

Ekspor sepeda motor pada Agustus naik 5,7 persen mtm atau sebanyak 75.481 unit dibandingkan ekspor sepeda motor pada Juli sebanyak 71.420 unit. Ekspor pada Agustus pun lebih tinggi 2,7 persen yoy atau naik 1.960 unit dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Adapun, penjualan domestik selama Januari-Agustus 2022 itu turun 6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 3.296.796 unit. Realisasi ekspor pada periode sama juga mengalami penurunan 8,9 persen yoy menjadi 493.448 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 541.749 persen.

Sebelumnya, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan penurunan penjualan sepeda motor diakibatkan pasokan semikonduktor yang tersendat. Ini membuat produksi motor terhambat, khususnya untuk model skuter matik.

Padahal, permintaan konsumen cukup tinggi. Para pelaku industri sepeda motor yang tidak bisa menyuplai permintaan sehingga berakibat pada panjangnya daftar antrian pengiriman.

Masalah tersebut, tambah Sigit, terjadi sejak Maret. Hal tersebut diperparah Tiongkok yang kembali memberlakukan lockdown untuk mencegah penularan Covid-19.

AISI pun menargetkan target konservatif pada tahun ini sebanyak 5,1 juta hingga 5,4 juta atau tumbuh 2 sampai 8 persen dibandingkan penjualan tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top